Hindari Mencabuti Bulu Hidung, Bahayanya sampai ke Otak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hidung mancung. shutterstock.com

    Ilustrasi hidung mancung. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Mencabut bulu hidung mungkin tidak umum dilakukan. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki bulu hidung yang lebat, mencabutnya merupakan solusi terbaik.

    Sayangnya, kebiasaan ini harus segera dihentikan karena bisa memicu penyakit meningitis atau peradangan pada bagian otak. Menurut dokter spesialis THT, Erich Voigt, bulu tersebut sebenarnya memiliki kegunaan, yaitu untuk menyaring kotoran.

    "Dasar dari folikel rambut mengandung kuman, dan ketika folikel rambut ini dicabut, kuman bisa melompat ke dalam sehingga menimbulkan infeksi yang mematikan," ujarnya seperti dilansir laman Metro.

    Hal ini disebabkan pembuluh darah yang memindahkan darah dari hidung menjadi terhubung dengan pembuluh yang memindahkan darah dari otak. "Akibatnya, kuman bisa berpindah dan dapat memicu meningitis serta peradangan otak lainnya," katanya.

    Meskipun infeksi tersebut sangat jarang terjadi, tidak ada salahnya Anda menghentikan kebiasaan satu ini.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Tidur Lelap dengan Cokelat Hitam
    Indoor Cycling, Bersepeda dengan Atmosfer Kelab Malam
    Nutrisi dalam Labu Kuning  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.