Jelajah Empat Kuliner Legendaris di Pasar Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di samping tulisan raksasa bertuliskan 'Passer Baroe' saat berlangsungnya Festival Passer Baroe 2012 di Kawasan pusat perbelanjaan tertua, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (8/6). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Warga melintas di samping tulisan raksasa bertuliskan 'Passer Baroe' saat berlangsungnya Festival Passer Baroe 2012 di Kawasan pusat perbelanjaan tertua, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (8/6). ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Pasar Baru di Jakarta Pusat merupakan salah satu denyut nadi aktivitas warga Ibu Kota. Sejak 1820, Pasar Baru atau dulu bernama Passer Baroe ini dikenal sebagai tempat belanja orang Belanda, sekaligus menjadi pusat perbelanjaan tertua di Jakarta. Pada masa itu, di Pasar Baru juga tersedia berbagai sarana hiburan, seperti bioskop dan aneka panganan khas yang tak lekang dimakan zaman.

    Surf and Turf, Steak Seafood

    Beberapa sajian kuliner yang terbilang melegenda dari Pasar Baru, diantaranya Bakmi Gang Kelinci, Bakmi Aboen, Es Krim Tropik, dan Cakue Ko Atek. Masing-masing punya resep rahasia agar bertahan dan selalu cocok dengan selera masyarakat di setiap generasi. Mengutip Travelounge, berikut ini ulasan tentang sejumlah kuliner kenamaan di Pasar Baru yang tak lekang oleh waktu:

    # BAKMI KELINCI
    Gang Kelinci tak hanya ngetop karena lagu lawas yang dibawakan penyanyi Lilis Surjan, tapi juga dikenal karena ada warung bakmi yang berdiri sejak 1957. Awalnya hanya warung kecil dengan gerobak, kini menjadi restoran dengan daya tampung 140 orang dan memiliki delapan cabang di Jakarta.


    Salah satu menu favorit pengunjung adalah bakmi ayam cah jamur. Semangkuk bakmi kuning yang jumlahnya berlimpah, dipadu dengan suwiran ayam, jamur merang, dan caisim. Tentunya plus kuah dengan dua butir bakso. Kali pertama diseruput, rasa rempah-rempahnya sangat pekat.

    Sandy, kepala karyawan di Bakmi Gang Kelinci, menyebutkan, kekuatan sajian ini terletak pada bakso sapi yang mereka buat sendiri. “Tak pesan di luar, 100 persen isinya daging,” katanya. Ditambah pangsit goreng yang renyah, semangkuk bakmi ayam cah jamur bakso dibanderol Rp 31.500.

    Bakmi Gang Kelinci
    Jalan Kelinci Raya Nomor 1-3, Pasar Baru, Jakarta Pusat
    Harga makanan Rp 24-40 ribu, minuman Rp 4-16 ribu
    Buka pukul 07.00-21.00

    # BAKMI ABOEN
    Tepat di samping Bakmi Gang Kelinci, ada jalan setapak yang hanya muat dilalui satu sepeda motor. Di ujung jalan terdapat warung legendaries Bakmi Aboen. Dari luar, bangunannya khas Cina. Papan namanya berwarna kuning keemasan. Terlihat menyala. Di atapnya terdapat patung katak hijau.


    Ruang tak cukup besa sehingga tamu harus rela berbagi meja. Para pengunjuk mayoritas memesan bakmi babi dengan potongan dagingnya, plus pangsit rebus dengan tekstur daging babi yang kenyal.

    Bakmi Aboen
    Belakang Kongsi Nomor 16, Pasar Baru, Jakarta Pusat
    Harga bakmi Rp 27.500-44 ribu
    Buka pukul 07.00-20.00 (Senin-Sabtu) dan 07.00-17.30 (Minggu)

    # ES KRIM TROPIK
    Lelah menyusuri pertokoah, saatnya mencicipi es krim legendaries di Restoran Tropik. Tak jauh dari gerbang utama Pasar Baru, menurut Mayti Imelda, anak Hartono –pendiri restoran, nama Tropik dipilih karena sesuai dengan iklim di Indonesia.

    Restoran yang hadir sejak 1950-an ini memiliki menu andalan es krim tutty frutty. Bentuknya seperti balok yang bermuatan cokelat, moka, dan vanila. Es krim ini tidak dibuat dalam jumlah banyak karena tanpa bahan pengawet. Ada pula combinasi yang terdiri dari tiga scoop es krim vanila, teh hijau, dan stroberi, plus wafer cokelat dan buah kaleng.


    Tekstur es krim combinasi terasa lembut dengan stroberi yang kental. “Kami menggunakan susunya murni, langsung dari peternak sapi,” ujar Mayti. Bahan alami ini yang membuat es krim gampang mencair. Harganya Rp 38 ribu, sedangkan sayi scoop es krim plus buah Rp 28 ribu. Selain es krim, tersedia menu Indonesia dan Oriental.

    Restoran Tropik
    Kompleks Pasar Baru 28A, Jakarta Pusat
    Harga es krim Rp 18-38 ribu, harga makanan Rp 12-45 ribu
    Buka pukul 10.00-20.00 (Senin-Sabtu), dan 10-00-16.00 (Minggu)

    # CAKUE KOH ATEK
    Ada sebuah lapak berukuran sekitar 2x4 meter bercat hijau yang ramai dikerumuni orang. Mereka menunggui Koh Atek, pemilik warung mencelupkan adonan ke inyak panas. Kuliner yag satu ini baru mulai pada 1971, dan termasuk yang banyak diburu.


    “Cakue ini rahasianya ada di kualitas tepung dan tarikannya,” kata Koh Atek. Cakue seharga Rp 4.000 ini memiliki permukaan atau kulit yang garing, namun basah dan empuk di dalam. Sebelum mengunyahnya, celupkan cakue ke dalam saus yang rasanya pedas, gurih, dan asin. Bagi yang tak suka pedas, Anda dapat membeli kue bantal di kedai Cakue Koh Atek.

    Cakue dan Kue Bantal Koh Atek
    Gang Kelinci, Pasar Baru, Jakarta Pusat
    Buka pukul 07.00-16.00
    Harga cakue dan kue bantal Rp 4.000

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Berita lainnya:
    Kunci Sederhana Jantung Sehat: Ikan Salmon
    5 Kegiatan Produktif Selama Perjalanan ke Kantor
    Hidup Terasa Hampa? Motivasilah Diri Anda Lewat Berikut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.