Sarapan Buah Itu Bagus, tapi Perhatikan Usia Anda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan buah-buahan. Shutterstock

    Ilustrasi makan buah-buahan. Shutterstock

    TEMPO.COJakarta - Buah-buahan adalah makanan yang penting bagi tubuh. Makanan yang mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral ini bagus dimakan kapan pun, termasuk saat sarapan. “Sarapan dengan buah itu menyehatkan, tapi tergantung usia,” kata ahli gizi Hardiansyah di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa, 22 November 2016.

    Langsing dengan Indoor Cycling

    Hardiansyah, yang juga Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, menjelaskan, semakin berumur atau tua, kondisi lambung menjadi semakin asam. “Sehingga mereka yang sudah berusia lanjut harus memilih buah yang kandungan pH atau tingkat keasamannya rendah,” ujarnya.

    Beberapa buah yang bisa dipilih untuk sarapan antara lain semangka, lemon, kiwi, nanas, dan pepaya. “Lebih baik lagi hindari buah yang rasanya asam,” kata Hardiansyah. “Untuk sarapan, pepaya menjadi pilihan yang tepat.”

    Meski buah menjadi sumber makanan yang bagus dikonsumsi saat sarapan, Hardiansyah menambahkan, itu hanya satu elemen yang harus dipenuhi untuk memulai hari. “Ketika sarapan, kita tetap membutuhkan karbohidrat, sumber protein, sayur, dan air putih,” ujarnya. Terutama bagi mereka yang masih aktif bekerja.

    Lantas, kapan waktu sarapan yang tepat? Sebagian orang menganggap waktu sarapan mulai pukul 06.00 sampai 08.00. Anggapan ini tak keliru. Meski demikian, Hardiansyah mengatakan, tak ada patokan waktu sarapan yang baku. Sebab, waktu sarapan harus disesuaikan dengan saat bangun tidur dan mulai beraktivitas.

    “Sarapan sebaiknya dilakukan dua jam setelah bangun pagi atau dua jam sebelum beraktivitas,” katanya. Jika seseorang menunggu waktu sarapan hingga 3-4 jam dari bangun tidur, rasa lapar akan semakin meningkat dan kepala menjadi pusing. Sedangkan sarapan yang terlalu lama dari waktu berkegiatan membuat seseorang merasa pusing, lemas, dan tak bersemangat. Dalam kondisi ini, biasanya orang tersebut akan lebih rakus ketika makan siang dan malam.

    Memang tak setiap orang terbiasa sarapan. Menurut Hardiansyah, ada empat alasan utama orang menolak sarapan. Sekitar 53,5 persen menyatakan tidak terbiasa; 26,4 persen karena tak punya waktu; 15,5 persen mengatakan tidak lapar; 4,6 persen lantaran khawatir kegemukan.

    Selain empat alasan tadi, Hardiansyah melanjutkan, ada beberapa kebiasaan yang membuat seseorang menjadi tak terbiasa sarapan. Kebiasaan itu, misalnya, tidur larut, makan terlalu malam, dan tidur yang terlalu lama sehingga membuat tubuh kurang segar. “Jadi jangan makan lebih dari jam 21.00 dan tidur terlalu malam,” ucapnya.

    DINI TEJA

    Berita lainnya:
    4 Cara Alami Memanjangkan Rambut
    Penjelasan Dokter Kenapa Kita Cepat Merasa Lapar
    Sejarah Gigi Palsu Ternyata Sudah Berjalan 4 Abad


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.