Saran Pakar buat Wanita Karier agar Dekat dengan Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita atau ibu menggendong anak sembari mengerjakan tugas kuliah. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita atau ibu menggendong anak sembari mengerjakan tugas kuliah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Permasalahan ibu bekerja tidak ada habisnya. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah anak-anak jadi tidak memiliki kedekatan emosional dengan ibu. Pendapat lain lalu menyebut tentang terlewatnya masa menjadi ibu seutuhnya, terutama ketika anak-anak masih kecil, yang tidak mungkin tergantikan.

    “Seorang ibu berada di rumah memang lebih utama, dengan syarat ibu yang berada di rumah ini menjalankan fungsi keibuan,” kata Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria.

    “Jika ibu bekerja dapat mengetahui fungsi keibuan ini seperti apa saja, bukan tidak mungkin kedekatan dengan anak-anak akan dapat terbangun dan terjaga,” katanya melanjutkan.
    Berikut ini poin-poin yang harus diperhatikan seorang ibu bekerja.

    #Berpikir dan berperasaan positif
    Punya naluri untuk mengendalikan diri atau cara apapun agar bisa selalu berperasaan positif. Teorinya, ibu yang suka menulis, emosinya cenderung lebih stabil.

    #Belajar menjadikan anak prioritas
    Jangan ramah kepada anak orang tapi ke anak sendiri justru sering mengomel. Menyiasatinya, selalu ingat-ingat wajah anak saat bayi setiap mau marah.

    #Ibu memiliki manajemen waktu
    Wanita harus punya me time-couple time-family time-social time. Ibu rumah tangga lebih rentan stres karena kehidupannya itu-itu saja. Ada di rumah, tapi fungsinya sebagai ibu sering hilang. Pada kasus ini, maka dibutuhkan peranan pasangan atau suami untuk bisa menjadi lebih peka. Sebab ibu yang sering marah-marah kepada anak bisa jadi karena ia merasa tidak bahagia dengan suaminya.

    #Punya kemampuan dasar agar ibu selalu dirindukan
    Memasak, memijat, atau mendengar. Banyak wanita yang telah menjadi ibu berdalih, tidak bisa masak tidak apa-apa. Menikah itu, kan membangun rumah tangga, bukan rumah makan. Namun, hal yang biasanya selalu dirindukan anak-anak adalah masakan ibu.

    Kalau kemampuan memasak hanya secukupnya, bolehlah ditambah dengan kemampuan memijat. Sambil mengobrol dengan anak, biasakan sambil memijat-mijat punggungnya atau mengusap-usap perutnya. Gunakan minyak atau balsam penghangat akan membuat anak merasa lebih nyaman lagi. Lalu dengarkan dengan baik ketika anak-anak mulai bercerita tentang hari dan perasaannya.

    #Merebut momen emas
    Seorang ibu harus berusaha mengambil bagian dalam setiap momen penting anak. Tidak hanya saat sedang berprestasi tapi juga ketika mereka merasa sedih atau sakit. Ibu yang bekerja harus merelakan terlambat masuk kerja kalau anak memang lagi sakit. Lalu saat anak akan tampil atau pentas di sekolahnya, pastikan hadir dan melihat.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Nutrisi dalam Labu Kuning
    Kenali 6 Alasan Si Kecil Enggan Makan Sayur dan Buah
    Tidur Lelap dengan Cokelat Hitam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.