Bahaya Stres, dari Serangan Jantung sampai Kebotakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stres. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi stres. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Berhati-hatilah Anda yang kerap mengalami stres berat. Jika berlarut, stres akan berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan dampak jangka panjangnya bisa memicu dan meningkatkan risiko serangan jantung.

    Selain itu, dampak negatif stres bisa mengakibatkan beberapa gangguan kesehatan. Berikut ini di antaranya, seperti dikutip dari laman Boldsky.

    1. Meningkatkan risiko serangan jantung
    Dampak stres bisa berpengaruh pada kesehatan jantung. Sebuah penelitian menunjukkan stres bisa meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 30 persen.

    2. Kehilangan libido
    Stres juga bisa mengurangi gairah seks dan menyebabkan detasemen emosional dari pasangan. Ini juga dapat mempengaruhi kesuburan pria dan wanita dalam jangka panjang.

    3. Imunitas rendah
    Stres juga dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit menular. Ini berarti stres dapat melemahkan kekebalan tubuh, seperti halnya akan sering menderita pilek atau penyakit lainnya.

    4. Penyakit mental
    Stres bisa membuat Anda mengalami kondisi gangguan mental jangka panjang sehingga menyebabkan depresi. Depresi adalah penyakit mental di mana banyak bahan kimia yang diproduksi di otak dan menghancurkan sel-sel saraf di otak.

    5. Rambut rontok
    Anda pun akan mengalami rambut rontok saat stres. Namun masalah ini terjadi tidak permanen. Setelah kondisi mental Anda kembali normal dan santai, rambut akan tumbuh kembali dan rambut rontok pun akan berhenti.

    TABLOID BINTANG

    Artikel lain:
    Membaca Kepribadian dari Ponsel
    Manfaat Pemanasan Sebelum Berolahraga
    Kombinasi Olahraga dan Gizi untuk Mencegah Osteoporosis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.