Desainer Tommy Hilfiger Siap Merancang Busana Melania Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gigi Hadid bersama desainer Tommy Hilfiger berjalan di catwalk saat memperagakan busana musim semi/panas 2016 Tommy Hilfiger dalam acara New York Fashion Week di Manhattan, New York, 9 September 2016. REUTERS/Andrew Kelly

    Gigi Hadid bersama desainer Tommy Hilfiger berjalan di catwalk saat memperagakan busana musim semi/panas 2016 Tommy Hilfiger dalam acara New York Fashion Week di Manhattan, New York, 9 September 2016. REUTERS/Andrew Kelly

    TEMPO.COJakarta - Sepertinya tidak semua desainer setuju dengan pernyataan Sophie Theallet agar menolak merancang pakaian Melania Trump karena retorika rasisme, seksisme, dan xenophobia selama kampanye presiden suaminya, Donald Trump. Salah satunya adalah desainer ternama Tommy Hilfiger.

    “Saya rasa Melania adalah wanita yang sangat cantik, dan setiap desainer harusnya bangga merancang pakaian untuknya,” kata Tommy. “Ivanka juga cantik dan cerdas, meski dia memakai pakaian dari labelnya sendiri. Saya pikir orang tidak harus berpikir politik tentang hal itu.

    Tommy juga membandingkan dengan Michelle Obama. “Semua orang sangat senang merancang pakaian untuk Michelle Obama. Anda akan mendapatkan hal yang jauh lebih indah dari Ivanka atau Melania.” 

    Sophie Theallet tidak bersedia menanggapi komentar tentang surat terbukanya, begitu juga dengan perwakilan dari Trump. Perwakilan desainer lain, seperti Diane von Furstenberg, Michael Kors dan Dennis Basso, Carolina Herrera, Rosie Assoulin, dan Thakoon Panichgul, mengatakan mereka tidak bersedia mengomentari hal ini. 

    Hilfiger merupakan desainer pertama yang menanggapi pernyataan Sophie Thallet untuk tidak merancang pakaian Melania Trump. Mungkin komentarnya akan menginspirasi desainer lain untuk menyuarakan pendapatnya tentang masalah ini.

    Sepanjang sejarah, beberapa desainer pernah menggunakan fashion sebagai pernyataan politik. Misalnya, Karl Lagerfeld yang melakukan protes tentang feminis dalam show Chanel di Paris Fashion Week 2014, Katherne Hamnett yang melakukan protes terhadap Margaret Thatcher dalam sebuah kasus, serta Viviene Westwood dan Pyer Moss yang membuat pakaian tentang perubahan iklim dan kebrutalan polisi. 

    WWD | HUFFINGTON POST | NIA PRATIWI

    Baca juga:
    Hindari Cara Berpakaian yang Membuatmu Terlihat Tua
    10 Ibu Negara Amerika Serikat dengan Penampilan Anggun
    Bertubuh Besar, Hindari Pakaian yang Bikin Tampak Gemuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.