Banyak atau Sedikit, Alkohol Tetaplah Musuh Kesehatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memilih minuman beralkohol di Mall Plaza Indonesia, Jakarta, 18 Mei 2015. Bank Dunia mencatat, pertumbuhan kelas menengah dari nol persen pada tahun 1999 menjadi 6,5 persen pada tahun 2011 menjadi 130 juta jiwa dan Diperkirakan juga angka tersebut bakal meningkat menjadi 141 juta pada 2030. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung memilih minuman beralkohol di Mall Plaza Indonesia, Jakarta, 18 Mei 2015. Bank Dunia mencatat, pertumbuhan kelas menengah dari nol persen pada tahun 1999 menjadi 6,5 persen pada tahun 2011 menjadi 130 juta jiwa dan Diperkirakan juga angka tersebut bakal meningkat menjadi 141 juta pada 2030. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak atau sedikit, menenggak minuman beralkohol tetap saja tak baik buat kesehatan. Bukan rahasia lagi, terlalu banyak minum alkohol bisa meningkatkan risiko seseorang terserang berbagai jenis kanker.

    Kini, sebuah penelitian terbaru juga menemukan fakta bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah terbatas pun bisa memicu serangan kanker. Menenggak minuman beralkohol kurang dari dua kali sehari bisa memicu kanker payudara dan kanker usus besar—dua jenis kanker yang paling mematikan.

    Lebih jauh lagi, para ahli dari Universitas Otago di Selandia Baru menyatakan alkohol juga terkait dengan kanker mulut, tenggorokan, pangkal tenggorokan, saluran makanan, dan liver.

    Para peneliti itu menemukan fakta bahwa alkohol bertanggung jawab atas kematian 236 orang berusia di bawah 80 tahun di Selandia Baru pada 2012. Menurut Jennie Connor, pemimpin penelitian, kenyataan bahwa penemuan tersebut paling berhubungan dengan kanker payudara sungguh menyedihkan.

    "Sebanyak 60 persen kematian karena kanker akibat konsumsi minuman beralkohol di Selandia Baru adalah wanita dan penyebabnya kanker payudara. Kami memperkirakan 71 persen kematian akibat kanker payudara pada 2007 dan 65 persen pada 2012 terkait dengan konsumsi minuman beralkohol, dan sepertiga dari jumlah tersebut hanya minum kurang dari dua kali sehari," kata Connor kepada Daily Mail.

    "Walaupun risiko kanker jauh lebih tinggi pada para peminum berat, hanya sedikit dari mereka yang menderita kanker. Kebanyakan kanker payudara yang terkait dengan konsumsi alkohol justru terjadi pada wanita yang hanya minum alkohol dalam level yang menurut mereka bisa diterima," ujar Connor.

    Menurut Profesor Connor, meski jumlah penderita kanker akibat alkohol hanya 4,2 persen dari semua penderita di bawah usia 80 tahun, sebenarnya mereka bisa menghindari pemicunya. Ia berharap kesadaran untuk mengurangi minuman beralkohol makin tinggi agar masyarakat lebih sehat.

    "Keputusan pribadi untuk mengurangi konsumsi minuman beralkohol akan menurunkan risiko dari yang 4,2 persen orang itu," tutur Connor.

    PIPIT

    Artikel lain:
    Manfaat Buah Longan
    Sakit Kepala? Ini Obatnya yang Ma
    Manjur
    Trik Bikin Hati Senang Setiap Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.