Riset: Mata Anak Juling Akibat Smartphone

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

    Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Jangan biarkan anak-anak melihat layar gawai atau smartphone selama lebih dari 30 menit berturut-turut. Penggunaan yang berlebihan dari smartphone atau gawai oleh anak-anak dapat menyebabkan mereka menderita kelainan mata.

    Seperti dilansir dari The New Indian Express peneliti dari Chonnam National University Hospital di Korea Selatan mengatakan ada hubungan antara convergent strabismus (juling ke dalam), gejala dimana mata pasien bergerak hingga akhirnya menjadi juling. Hal ini diakibatkan penggunaan gawai atau smartphone yang berlebihan.

    Strabismus merupakan efek penglihatan kedua mata tidak tertuju pada satu obyek. Satu mata fokus satu obyek sedangkan mata yang lain dapat bergulir ke arah dalam, luar, atas, atau bawah. Seseorang dengan mata juling tidak dapat melihat suatu obyek dengan kedua mata secara serentak.

    Umumnya, konvergen strabismus dapat diketahui sebelum anak berusia lima tahun. Penelitian ini melibatkan 12 pasien yang berusia tujuh sampai 16. Mereka biasa menggunakan smartphone selama 4-8 jam per hari. Jarak antara mata dan layar mereka dekat - 20 sampai 30 cm.

    9 dari 12 pasien sembuh dari gangguan setelah berhenti menggunakan smartphone untuk sekitar dua bulan. Penelitian ini menunjukkan hubungan antara jarak mata dengan penggunaan smartphone. Pengguna harus menghindari melihat layar smartphone selama lebih dari 30 menit dalam satu waktu. 

    Waspadai jika bermain lebih dari 4 jam per hari dengan gawai dan mulai ketergantungan dengan gawai. Konsultasikan dengan dokter jika mata mereka tampak akan menyimpang.

    THE NEW INDIAN EXPRESS | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Kapan Anak Boleh Main Gadget?
    Awas Gawai Membuat Anak Lambat Bicara
    Gadget Bisa Merusak Perkembangan Balita


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.