4 Cara Mendapatkan Bentuk Alis yang Sempurna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Alis Wanita. Shutterstock.com

    Ilustrasi Alis Wanita. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bentuk alis mata sangat mempengaruhi bentuk wajah. Tak heran, banyak wanita yang merubah bentuk alis agar lebih rapi, simpel, hingga mengikuti tren.

    Make up artis, Haans, mengatakan ada beberapa teknik untuk membentuk alis yang bisa Anda coba sesuai kebutuhan, berikut diantaranya:

    1. Metode Pencabutan/Cukur
    Teknik ini biasa digunakan pada rambut yang menebal atau tumbuh di luar garis alis sehingga dicabut menggunakan pinset. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin melakukan metode ini:

    - Sebelum melakukan pencabutan, usapkan pinset dengan kapas yang sedikit dibasahi alkohol.
    - Sebaiknya pencabutan alis dilakukan malam hari agar jika timbul kemerahan di kulit, pagi harinya sudah menghilang.
    - Hindari mencabut alis menjelang menstruasi, karena pada saat ini Anda lebih sensitif terhadap rasa sakit.
    - Selain menggunakan pinset, alis juga bisa dicukur dengan pisau cukur alis, meski rambut lebih cepat tumbuh kembali.
    - Sisirlah alis searah pertumbuhan dengan sikat kecil sebelum mencabutnya. Bersihkan anak alis yang tumbuh di luar jalur garis alis.
    - Jangan pernah mencabut alis berlawanan dengan arah pertumbuhan alis. Cabut pelan-pelan dan pasti untuk menghindari rasa nyeri. Jangan lupa oleskan toner atau penyegar wajah setelah mencabut alis. Taburi dengan bedak tabur sesudahnya. Ini akan efektif untuk mencegah peradangan kulit.
    - Setelah selesai, isilah bagian alis yang kosong dengan pensil alis berwama sama dengan alis. Untuk menjaga bentuk alami, pulaskan maskara bening agar tampak natural.

    2. Sulam Alis
    Sulam alis adalah tehnik pembentukan alis dengan mengggunakan mesin embroidery atau embroidery holder (manual) untuk menghasilkan seratan yang menyerupai bulu asli alis kita.

    Kekurangan tehnik ini adalah, bagi anda yang memiliki kulit sensitif harus berhati-hati karena kulit tipis dan harus dilakukan oleh dokter karena bila salah akan membuat keluar darah. Daya tahannya bisa sampai 1-2 tahun tergantung dari jenis kulit. Untuk kulit berminyak akan lebih cepat memudar.

    Yang perlu diperhatikan untuk sulam alis, yaitu hindari terkena air selama 3 hari dan hindari penggunaan krim facial foam, krim dokter dan remover. Bila sulam alis mengering dan berkerak selama 3 hari biarkan saja dan jangan dikelupas. Anda pun tetap bisa merapikan alis diluar bingkai yang sudah dibuat.

    3. Metode Tato
    Bagi anda yang menyukai tato, alis juga dapat dibuat dengan menggunakan tato. Cara ini lebih praktis karena tak perlu lagi menggambar alis setiap hari, tapi bentuk alis juga tak dapat dirubah bila sewaktu-waktu ingin tampil dengan gaya yang berbeda.

    Dilihat dari hasilnya, tato memang terlihat lebih kaku, tidak natural dibanding sulam alis. Tato pengerjaannya bisa sampai mengenai lapisan kulit ketiga sedangkan sulam hanya lapisan kulit pertama. Tato juga bisa berubah warna menjadi biru, ungu, dan hijau dan pengerjaannya untuk tato lebih sakit. Tapi di samping itu, kelebihan tato adalah hasilnya permanen sehingga lebih irit.

    4. Metode Waxing

    Merapihkan alis bisa juga menggunakan wax, yaitu lilin khusus untuk mencabuti bulu. Tahapannya:

    - Lilin dipanaskan dan dioleskan di tempat tumbuhnya rambut-rambut yang akan dicabut.
    - Tunggu sampai wax menjadi dingin, lalu tarik sehingga bulu-bulu tersebut tercabut.

    Metode ini memang agak sulit dilakukan, karena daerah pencabutan rambut alis sangat sempit dan dekat dengan mata sehingga ada kemungkinan wax menetes ke kelopak mata.

    Selamat mencoba.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Teknik Pakai Blush On Sesuai Bentuk Wajah
    Bagaimana Bentuk Alis yang Tepat untuk Wajah Oval, Bulat, dan Persegi?
    Penyebab Bulu Mata Rontok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.