Prinsip Parenting Must Without Must  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua menasehati anak. howng.com

    Ilustrasi orang tua menasehati anak. howng.com

    TEMPO.COJakarta - Dalam dunia parenting dikenal prinsip must without must. Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria, menjelaskan arti sederhananya adalah “harus tanpa harus”.

    “Maknanya menghilangkan kata 'harus' dalam pengasuhan. Sebab, setiap kata 'harus' memiliki kata menekan, memaksa,” kata Anggia. “Dan itu tidak hanya mengandung konsep negatif, tapi juga bisa menimbulkan trauma.”

    Misalnya, harus pintar, harus berani, dan harus rajin. Ketika ada kata 'harus', maka sesungguhnya mengajarkan anak untuk tunduk karena takut, bukan karena paham. Selain itu, secara teori otak, semua informasi (pembelajaran) hanya akan berpindah dari otak kiri ke otak kanan apabila masuk dalam kondisi menyenangkan.

    BacaKejaksaan Negeri Maros Tangkap Buronan Kasus Kredit Tani

    “Semua informasi hasil pengindraan (termasuk informasi) pasti masuk pertama melalui otak kiri. Sayangnya, otak kiri sifatnya hanya short term memory atau ingatan jangka pendek,” ujar Anggia. 

    “Maka, agar informasi bisa pindah ke otak kanan atau ingatan jangka panjang, syaratnya adalah informasi tersebut harus masuk dalam situasi dan kondisi yang positif,” tuturnya. 

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Papa-Mama, Tanamkan Nilai Kejujuran Sejak Usia Anak 6 Tahun
    Janganlah Memarahi Anak yang Corat-coret di Dinding
    Cara Mendidik Anak Sensitif  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.