Kondisi di Sekitar Rumah yang Tak Aman bagi Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pecinta anggrek menyesuaikan tampilan bunga saat peluncuran media

    Seorang pecinta anggrek menyesuaikan tampilan bunga saat peluncuran media "Alluring Orchids" dalam bentuk pameran di Royal Botanic Gardens, Kew, London, 5 Februari 2015. Anggrek biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Di Singapura, Thailand dan Korut, bunga anggrek dijadikan bunga nasional. REUTERS/Neil Balai

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak senang untuk mengeksplorasi. Anda sebagai orang tua harus dapat menjaga lingkungan agar anak tetap aman. Menjaga keamanan dan keselamatan anak adalah salah satu tugas orang tua. 

    Rumah tempat berlindung keluarga. Namun tanpa disadari perangkat yang ada dalam rumah justru membuat anak tidak aman.

    Orang tua yang mempunyai anak, terutama anak balita, hendaknya selalu menempatkan anaknya dalam pengawasan orang tua. Berikut ini tip untuk melindungi anak dari bahaya yang terkadang luput diperhatikan dilansir dari laman Familyshare.

    1. Jendela dapat melindungi dari sinar UV yang berbahaya
    Mitos tentang paparan sinar matahari adalah bahwa sinar UV tidak dapat menembus jendela. Hal ini salah. Jendela, bahkan kaca modern, hanya akan menyaring sinar UVB, bukan sinar UVA. Sinar UVA justru merupakan sinar yang bisa membakar kulit, merusak mata, dan memanaskan ruangan.

    Lindungi jendela di kamar bayi dari paparan sinar UVA dengan tirai yang dapat menyaring UV dan melindungi bayi sebesar 75-99 persen dari paparan sinar berbahaya.

    2. Jauhkan tanaman hias beracun dari jangkauan anak
    Kebanyakan tanaman hias tidak berbahaya. Namun, jika tanaman hias tak disengaja dikonsumsi dalam jumlah besar, bisa bahaya. Tanaman hias yang harus dijauhkan dari jangkauan anak, di antaranya:

    - Varietas lili seperti Calla lily harus dijauhkan dari anak-anak karena beracun.
    - Dumb cane, tanaman ini bisa membuat lidah panas dan bengkak tenggorokan, sehingga sulit untuk berbicara.
    - Lidah buaya. Nektar lidah buaya tak hanya dapat menyembuhkan kulit yang terbakar, tapi juga dapat menyebabkan diare dan muntah.

    3. Monitor bayi
    Ahli cybersecurity John Sileo mengatakan peretasan monitor bayi mudah terjadi. Terlebih monitor bayi yang terhubung Wi-Fi, dapat diretas dengan mudah.

    Berikut ini beberapa panduan agar monitor bayi aman dari hacker.

    #Perlengkapan yang aman

    Beli perlengkapan monitor bayi yang aman, yang diproduksi perusahaan tepercaya. 
    #Gunakan password
    Pilih password yang unik, panjang, khusus untuk monitor bayi, serta menggabungkan huruf dan angka. 
    #Terdaftar
    Daftarkan monitor bayi agar Anda dapat meng-upgrade perangkat lunak dan sistem keamanan.
    #Matikan
    Hacker memiliki kemudahan mengakses perangkat yang selalu nyala.

    4. Mengunci mesin cuci piring
    Mesin pencuci piring menggoda anak untuk memainkannya. Majalah Parents merekomendasikan untuk selalu menjaga peralatan dan menyimpan detergen bila akan mengoperasikan mesin cuci piring. Orang tua harus menyimpan barang pecah belah jauh dari jangkauan anak-anak. 

    DINA ANDRIANI 

    Baca juga:
    Manfaat Buah Longan
    Faktor Pemicu Perisakan pada Anak
    Sakit Kepala? Ini Obatnya yang Manjur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara