Deteksi Alzheimer Lewat Penciuman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • healthandcaresolution.com

    healthandcaresolution.com

    TEMPO.COJakarta - Penyakit Alzheimer tak jarang membuat orang takut, terutama yang berusia lanjut. Sama halnya dengan penyakit pada umumnya, semakin cepat Alzheimer terdeteksi, semakin efektif pengobatannya.

    Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengenali gejala awal Alzheimer. Berdasarkan penelitian terbaru, gejala awal penyakit ini adalah menurunnya indra penciuman, seperti dilansir laman Good Housekeeping.

    Para peneliti di Massachusetts General Hospital kini mengidentifikasi risiko seseorang terkena Alzheimer berdasarkan kemampuan mereka mengenali dan mengingat suatu bau. Menurut ketua tim peneliti, Doktor Mark Albers, Alzheimer bisa dideteksi melalui kemampuan indra penciuman pasien sebelum mereka mengalami kehilangan memori. 

    "Terdapat bukti yang lebih mendalam bahwa proses neurodegeneratif pada penyakit Alzheimer dimulai sepuluh tahun sebelum munculnya berbagai gejala pada memori," kata Albers.

    Alzheimer adalah salah satu jenis demensia yang menyebabkan gangguan pada sistem memori, kemampuan berpikir, dan berperilaku. Gejala Alzheimer biasanya berkembang dengan perlahan dan menjadi semakin parah seiring dengan berjalannya waktu. Umumnya, Alzheimer menyerang mereka yang berusia 65 tahun atau lebih. Namun penyakit ini juga bisa muncul pada usia 40 dan 50 tahunan.

    TABLOID BINTANG

    Artikel lain: 
    Hati-hati, Membawa Tas Berat Bisa Bikin Pusing
    Urusan Kesehatan Mulut, Pria Ternyata Lebih Jorok

    Batuk dan Sulit Napas? Tanda Paru-paru Bermasalah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.