Mom, Jangan Paksa Anak Tidur Sendiri bila Belum Siap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidur. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak tidur. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak cara yang dilakukan orang tua untuk melatih kemandirian anak sejak dini. Salah satunya adalah membiasakan mereka untuk tidur sendiri sejak bayi. Lakukan secara bertahap dan jangan memaksakan anak tidur sendiri jika belum siap.

    Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum kita melepas buah hati untuk tidur sendiri? Usia berapa tepatnya orang tua bisa mulai mengajarkan anak tidur sendiri? Apakah tidur sendiri sejak dini memang mempengaruhi tumbuh kembang anak?

    Psikolog dari Yayasan Buah Hati, Ery Soekresno, menjelaskan sebenarnya anak baru bisa dilepas untuk tidur sendiri pada usia 2-3 tahun. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan memaksakan anak untuk tidur sendiri jika memang dia belum siap.

    Dia mengatakan pada dasarnya rata-rata anak baru bisa sepenuhnya ‘lepas’ dari dekapan fisik orang tua pada usia 7 tahun. Jadi, melatih anak untuk tidur sendiri sebaiknya dilakukan secara bertahap sejak usia 2 atau 3 tahun.

    Lebih lanjut, hal pertama yang harus dilakukan sebelum membiasakan anak tidur sendiri adalah memperkenalkan si kecil pada kamar pribadinya. “Libatkan anak dalam proses mempersiapkan kamar. Misalnya biarkan dia memilih warna cat, mainan, atau furniturnya,” kata Ery.

    Selanjutnya, jangan melatih anak untuk tidur sendiri dengan cara melarangnya tidur dengan ayah dan ibu. Sebaliknya, ajaklah dia untuk tidur sendiri dengan gaya bahasa persuasif. Misalnya, “Adik sudah punya kamar sendiri lho sekarang. Lebih bagus lagi.”

    Memang, tidak semua anak sukses tidur nyenyak sampai pagi ketika baru belajar tidur sendiri. Ada anak yang suka pindah kembali ke kamar orang tuanya pada tengah malam. Untuk itu, orang tua harus mencari tahu penyebab anak berpindah-pindah tempat tidur.

    “Bisa jadi, dia berpindah-pindah karena tidak nyaman dengan kamar barunya. Ada anak yang tidak suka dengan kamarnya, makanya dia kembali pindah ke kamar orang tuanya. Oleh karena itu, cari tahu lah dan buatlah kamar anak senyaman mungkin bagi mereka,” katanya.

    Namun, ada juga anak yang gemar berpindah-pindah karena merasa tidak aman. Biasanya, anak tipe ini memiliki daya adaptasi yang lebih rendah. Oleh karena itu, orang tua harus lebih sabar dan tidak mudah menyerah untuk melatih buah hatinya tidur sendiri.

    Terkait dengan ruang tidur anak, jika rumah keluarga memiliki keterbatasan ruang, boleh-boleh saja membiarkan kakak dan adik tidur di kamar yang sama. Namun, tetap harus diberi pembatas, terutama jika mereka berbeda gender.

    Lalu, jika si ibu sedang mengandung calon adik, Ery menyarankan ada baiknya si kakak mulai dilatih untuk terbiasa tidur sendiri sebelum adiknya lahir. Namun, lagi-lagi, jangan memaksakan anak jika memang dia belum siap lepas sepenuhnya dari orang tua.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    7 Fakta Unik tentang Tidur
    Tidur Sekamar dengan Orang Tua Membuat Anak Kurang Mandiri
    Supaya Bayiku Tidur Tepat Waktu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.