Sehatkan Jiwa dan Raga dengan Meditasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sedang bermeditasi. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sedang bermeditasi. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Kelelahan setelah beraktivitas tak hanya membuat tubuh letih, tapi juga membuat otak sulit untuk berpikir jernih, sehingga akhirnya timbul pikiran yang negatif dan mood pun menjadi tidak baik.

    Untuk menghindari hal tersebut, coba lakukan meditasi. Meditasi bisa membantu otak menjadi lebih sehat dan pikiran menjadi tenang. Dengan meditasi pula tubuh menjadi lebih bugar dan awet muda.

    Sebuah studi dari Harvard mengungkapkan bahwa meditasi secara rutin meningkatkan fungsi otak yang krusial terhadap emosi, memori, dan daya tangkap.

    Dengan menggunakan imaji resonansi magnetis, tim riset Harvard membandingkan kerja otak pada dua kelompok. Satu kelompok telah mempraktekkan meditasi selama 27 menit per hari selama periode 8 minggu, sedangkan kelompok lainnya tidak.

    Selanjutnya, kedua grup mengisi kuesioner sebelum dan sesudah sesi praktek meditasi mereka serta diukur level stres dan kecemasannya. Rekaman MRI kedua kelompok diambil sebelum dan sesudah, kemudian dari situ dibandingkan.

    Lalu, bagaimana hasilnya? Tim riset menemukan bahwa bagian hipokampus pada otak, yang menipis seiring dengan bertambahnya usia, lebih tebal pada kelompok yang mempraktekkan meditasi. Hipokampus merupakan bagian otak yang mengontrol memori, kemampuan belajar, keawasan diri, dan perasaan belas kasih.

    Sementara bagian amygdala, yang mengontrol emosi seperti stres dan kecemasan, terlihat berkurang kepadatannya pada kelompok yang bermeditasi.

    TABLOID BINTANG

    Berita lainnya:
    Tren 2017, Make-up Natural Semakin Kuat
    Istirahat Makan Siang Itu Wajib, Cek 8 Alasannya
     
    Anak Perempuan Lebih Rentan Terkena Stres Pasca-Trauma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.