Anak Rewel, Sebaiknya Dibuai atau Diberi Makanan?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • telegraph.co.uk

    telegraph.co.uk

    TEMPO.COJakarta - Anak-anak yang cengeng, gampang marah, dan menangis, kemungkinan akan mengalami obesitas ketika besar. Demikian hasil sebuah penelitian. Sebab, anak-anak yang gampang menangis itu biasanya ditenangkan dengan makanan.

    Sementara itu, anak-anak yang senang digendong dan dibuai oleh orang tuanya akan memiliki kegemaran meniup busa sabun atau menonton film setelah usianya bertambah. Bermain dan banyak beraktivitas akan mengalihkan pikiran anak-anak dari makanan sehingga terhindar dari obesitas.

    Menurut pemimpin penelitian, Kai Ling Kong dari Universitas Buffalo di New York, Amerika Serikat, perbedaan tingkah laku anak sudah dimulai sejak mereka bayi. Perbedaan itu akan mempengaruhi kondisi kesehatan di masa datang.

    "Membuat tenang dengan cara selain makanan, misalnya dengan mengajak anak ke taman bermain, akan mengurangi kecenderungan anak menginginkan makanan. Bila orang tua melihat kegemaran anak-anak mereka makan, kesenangan itu tidak mendadak," ujar Kai, seperti dilansir Dailymail.

    Menurut dia, para orang tua bisa mengevaluasi lagi hubungan antara anak-anak mereka dan makanan, serta meminta mereka lebih memilih kegiatan dibanding makanan sebagai "alat penenang".

    Dalam penelitian tersebut, bayi-bayi berusia 9-18 bulan diminta menekan tombol untuk mendapatkan hiburan. Bocah-bocah itu memencet kedua tombol, dan keluarlah makanan atau permainan meniup busa sabun. Para orang tua juga disurvei mengenai kebiasaan membuai anak.

    "Hasilnya, anak-anak yang lebih banyak digendong dan dibuai saat menangis memiliki kecenderungan yang lebih rendah pada makanan," kata Kong.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    6 Cara agar Tak Terjebak Jadi Workaholic
    Kata Pantangan Saat Mengingatkan Anak
    Awas Cewek Matre Mengintai, Ketahui Ciri-cirinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.