Kisah Ibu yang Mengabadikan ASI-nya di Dalam Cincin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sacred Legacy ARts. instagram.com

    Sacred Legacy ARts. instagram.com

    TEMPO.COJakarta - Menyusui menjadi momentum yang sangat berharga bagi seorang ibu. Tidak hanya proses, tapi ikatan yang terjalin dengan anak menjadi bekal yang kuat bagi ibu dan anak pada masa depan. Hal ini yang membuat seorang ibu di Amerika Serikat mengabadikan air susunya ke dalam perhiasan mewah.

    Bos Daun Muda

    Amelia Edelman, yang menganggap dirinya sebagai kaum hippie, mengatakan keputusan yang tidak biasa ini muncul setelah dia melihat akun Sacred Legacy Arts di Instagram. Sacred Legacy Arts adalah sebuah perhiasan avant-garde, yang mengkhususkan pada “karya seni DNA” dan “warisan suci yang dapat dipakai”. DNA itu dapat berupa ASI, abu, rambut, bahkan plasenta.

    Pendiri label perhiasan yang unik ini, Kelly Howland, meyakinkan Edelman bahwa dia menggunakan bahan kimia khusus untuk mengawetkan ASI sehingga dapat dimasukkan ke dalam perhiasan. Howland kemudian menetapkan batu permata ASI ke dalam cincin atau kalung, seperti layaknya perhiasan.

    Edelman memilih satu set cincin emas bersusun seberat 14 karat. Adapun air susu ibu yang dibutuhkan sebanyak 1 ons. Harga perhiasan ini bisa mencapai US$ 400 atau sekitar Rp 5,3 juta. Ada pula yang dibanderol US$ 80 atau sekitar Rp 1 juta.

    Howland pun menyampaikan alasannya membuat perhiasan dari air susu ibu. “Begitu banyak perempuan berusaha mengenang perjalanan mereka sebagai ibu melalui buku atau gambar. Namun barang-barang itu bisa saja terselip di antara kotak sepatu di dalam lemari,” katanya.

    Padahal, Howland melanjutkan, menyusui membangun ikatan pengasuhan antara ibu dan bayi. Karena itu, momentum tersebut patut dituangkan ke dalam sebuah periasan berharga sebagai tanda penghormatan.

    Pernyataan senada juga diungkapkan Edelman. “Menyusui adalah bagian paling mengesankan dalam hidupku,” ujarnya. Saat melihat cincin ASI ini, Edelman dapat mengingat masa-masa indah menyusui anaknya.

    “Setiap kali memakai cincin ini mengingatkan saya saat menyusui. Meringkuk bersama-sama, membelai rambutnya, mungkin juga akan mengingatkan pada mastitis, puting yang merah, dan demam tinggi,” tutur Edelman.

    HUFFINGTON POST | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    Surf and Turf, Perkawinan Steak dengan Seafood
    Segera Turunkan Berat Badan agar Kanker Menjauh
    Jangan Lakukan ini pada Pasangan Paska Adu Argumen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.