Istirahat Makan Siang Itu Wajib, Cek 8 Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan bersama. shutterstock.com

    Ilustrasi makan bersama. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rata-rata kita bekerja lima hari dalam sepekan, dari pagi hingga sore. Di sela rutinitas padat, kita mendapat waktu satu jam untuk beristirahat, yakni saat makan siang. Kenyataannya, beberapa orang enggan beranjak dari meja kerja dan memilih bersantap siang di depan komputer sembari mengerjakan tugas yang belum selesai.

    Terjebak Workaholic

    Mengambil waktu untuk beristirahat bukan berarti Anda tak produktif. Istirahat dibutuhkan agar tidak mudah lelah dan stres, dan justru lebih produktif setelahnya. Delapan alasan di bawah ini menjelaskan mengapa Anda wajib beristirahat saat jam makan siang.

    1. Menikmati makan dengan tenang
    Saat jam istirahat makan siang, bebaskan diri dari beban pekerjaan. Hindari makan siang di meja kerja. Anda tidak akan menikmati makan siang yang tenang dengan menatap tumpukan dokumen atau komputer. Malah bisa jadi Anda asal telan makanan seraya mengurusi dokumen atau membalas berbagai surat elektronik. Aktivitas makan yang terganggu ini berpotensi meningkatkan konsumsi makanan Anda, yang mengarah ke penimbunan lemak dalam tubuh.

    2. Waktunya bergerak
    Duduk berjam-jam jelas tak baik untuk kesehatan, dapat memicu tingginya kadar kolesterol dan kegemukan akibat proses metabolisme di dalam tubuh tidak lancar. Gunakanlah waktu makan siang Anda untuk berjalan menuju tempat makan atau melakukan gerakan-gerakan ringan, agar tubuh segar dan tidak penat.

    3. Menyegarkan pikiran
    Tidak hanya tubuh, pikiran juga butuh disegarkan. Apalagi bila berkutat dengan pekerjaan yang tidak kunjung beres. Ganti suasana dan pergilah makan ke luar kantor. Dengan begini, sekembali ke kantor, niscaya produktivitas Anda meningkat.

    4. Meningkatkan konsentrasi
    Beristirahat dengan meninggalkan meja kerja juga baik bagi konsentrasi kerja Anda. Menurut penelitian, beristirahat 10-15 menit saja terbukti menambah konsentrasi dan energi. “Tidak mengambil waktu istirahat kerja sebenarnya dapat mengurangi kemampuan Anda untuk kreatif,” kata Kimberly Elsbach, profesor Universitas California, Davis, Amerika Serikat.

    5. Mempererat hubungan dengan rekan kerja
    Mengobrol akrab sambil menikmati santap siang adalah salah satu cara mempererat hubungan dengan rekan kerja. Keakraban dengan rekan kerja membuat suasana kerja lebih menyenangkan dan kondusif. Bekerja secara tim pun tak akan membuat Anda canggung.

    6. Memperluas relasi
    Tak hanya mempererat hubungan dengan rekan kerja, istirahat makan siang juga dapat menambah relasi. Dengan meninggalkan meja kerja, Anda berkesempatan untuk berkenalan dengan orang-orang dari divisi lain kantor Anda atau dengan orang-orang yang berkantor di gedung yang sama. Menambah kenalan sama dengan meluaskan jaringan pertemanan dan pekerjaan. Siapa tahu di masa depan Anda membutuhkan bantuan mereka atau menjadi rekan bisnis mereka.

    7. Mengontrol pekerjaan
    Istirahat makan siang membantu mengontrol pekerjaan dan skala prioritas Anda. Dengan patokan waktu makan siang, Anda dapat menentukan pekerjaan yang perlu diprioritaskan pagi harinya. Pekerjaan lancar, makan siang tenang, Anda kembali ke kantor dengan hati senang untuk mengerjakan tugas selanjutnya.

    8. Waktunya mencuit di media sosial
    Tak bisa dipungkiri, media sosial jadi tempat bermain banyak orang. Namun, bermain media sosial saat bekerja tidak bijak dan tidak efektif. Nah, makan siang waktunya update di media sosial. Anda juga bisa bersosialisasi dan berbagi banyak hal dengan teman-teman di media sosial di waktu ini.

    TABLOID BINTANG

    Berita lainnya:
    Private Barber, Profesi Kekinian yang Menjanjikan
    4 Hal yang Harus Dijawab Jujur Saat Wawancara Kerja
    Si Dia Masih Sayang Mantannya. Anda Harus Bagaimana?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.