Memprihatinkan, Kasus Obesitas di Indonesia Terus Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Obesitas. Ilkekran.com

    Ilustrasi Obesitas. Ilkekran.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Stroke, gagal jantung, pecahnya pembuluh darah, serta diabetes termasuk kategori penyakit kronis yang timbul secara perlahan. Penyakit-penyakit kronis itu juga berisiko menyebabkan kecacatan (gangguan fungsi tubuh) hingga kematian.

    Dokter spesial gizi klinis Stella Bella mengungkapkan penyakit kronis seperti obesitas bisa disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, yang merupakan fenomena dunia modern.

    Di Indonesia, katanya, kasus obesitas pada 2013 mencapai 17,7 persen atau naik dari 13,9 persen sejak 2007. Pada perempuan, kasus obesitas pada 2007 baru 14 persen, namun pada 2013 mencapai 32 persen. “Obesitas adalah awal dari munculnya berbagai penyakit kronis, terutama obesitas sentral (lemak perut), yang menyebabkan inflamasi dan mengganggu sensitivitas insulin dan berakhir diabetes,” kata Stella.

    Ia mengatakan lemak viseral atau lemak perut adalah sumber inflamasi dan memicu berbagai masalah kesehatan dan penyakit kronis. Selain penyakit jantung dan diabetes, penyakit kronis lain yang disebabkan obesitas di antaranya sleep apnea, sakit pinggul, GERD (asam lambung naik), hipertensi, nyeri lutut atau osteoarthritis, dan sebagainya. “Obesitas bisa dicegah dengan hidup sehat. Caranya dengan makan sehat, cukup minum air, mengurangi stres, dan olahraga yang cukup," katanya.

    BISNIS

    Artikel lain:

    Anda Sering Mual? Jangan Anggap Remeh Penyebabnya
    Urusan Kesehatan Mulut, Pria Ternyata Lebih Jorok
    Hati-hati, Membawa Tas Berat Bisa Bikin Pusing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.