Tip Merawat dan Melatih Anjing: Tegas, Berwibawa, Sabar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kepolisian MTA, melatih kelincahan anjing K-9 dalam tim deteksi bahan peledak di Kepolisian MTA Canine Training Center, Stormville, New York, 6 Juni 2016. REUTERS/Mike Segar S

    Anggota kepolisian MTA, melatih kelincahan anjing K-9 dalam tim deteksi bahan peledak di Kepolisian MTA Canine Training Center, Stormville, New York, 6 Juni 2016. REUTERS/Mike Segar S

    TEMPO.COJakarta - Merawat dan mendidik anjing memang susah-susah gampang. Alih-alih bertumbuh menjadi hewan yang sehat dan cerdas, kalau salah merawat, mereka malah akan telantar. Bisa juga sebaliknya, menjadi hewan peliharaan yang terlampau manja.

    Sebab itu, metode merawat anjing tak bisa diremehkan. Pelatih profesional anjing, Robert Irwan, mengatakan banyak pemilik anjing belum sepenuhnya memahami cara yang tepat melatih hewan peliharaannya. "Melatih anjing memang butuh ketegasan, tapi bukan kasar. Selain itu, boleh menyayangi anjing asal jangan dimanjakan," kata Robert di Jakarta, Minggu, 6 November 2016.

    Melatih anjing, tutur dia, sama dengan mendidik anak. Artinya, pengasuh harus menampilkan wibawa. Tunjukkan pula apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan atau perilaku yang dianggap salah dan benar. Kalau ada yang salah, layaknya manusia, anjing harus diberi tahu, bahkan dikoreksi.

    Selain itu, interaksi dianggap penting dan menjadi bagian yang tak boleh terlewatkan saat mengasuh anjing. "Kita harus mengetahui karakter anjing yang akan dilatih. Dalam setiap latihan, pemilik harus berkomunikasi, jadi hewan tahu apa kehendak tuannya," ujarnya. 

    Intinya, menurut Robert, manusia harus menggunakan kesabaran dan perasaan kala menangani anjing. Kehidupan sosial antar-anjing juga turut diperhatikan. Maksudnya, pemilik tak boleh malas membawa anjing berjalan-jalan. Dengan ke luar rumah dan berinteraksi dengan lingkungan sosial, anjing akan berlatih memproteksi diri. 

    Tak perlu khawatir juga bila anjing ras berinteraksi dengan anjing kampung. "Sebab, dalam pergaulan, tak ada batasan. Pada dasarnya, semua anjing itu sama," tuturnya.

    Kemudian, yang tak kalah penting dan sudah menjadi kebiasaan sebagian orang adalah mengajak anjing tidur dengan pemiliknya di kasur. Kebiasaan itu, menurut Robert, bisa berpengaruh terhadap karakter hewan. Tentu tak sehat juga buat manusia.

    FRANCISCA

    Berita lainnya:
    Pelajaran Berharga dari Memelihara Binatang
    Perhatikan Isyarat Cinta dari Kucing Peliharaan Anda 
    Daftar Makanan yang Dilarang untuk Anjing dan Kucing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.