6 Aturan Kerja Unik yang Bikin Anda Betah di Perusahaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja dengan wajah gembira. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bekerja dengan wajah gembira. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Aturan dalam banyak perusahaan biasanya berbentuk baku satu sama lain. Misalnya saja, untuk aturan jam kerja yang mencapai 8–9 jam sehari, tidak ada keterlambatan, pemberian gaji, tunjangan kesehatan, bonus, dan tunjangan hari raya.

    Aturan lainnya mungkin soal kebijakan perusahaan yang mewajibkan pegawainya menaati peraturan tersebut secara menyeluruh. Seperti pemakaian seragam atau beberapa aturan lain yang tidak boleh dilanggar atau pegawai akan dikenai sanksi atau bahkan pemutusan hubungan kerja.

    Namun, menurut timesofindia, ada beberapa aturan dalam perusahaan di seluruh dunia yang cukup unik dan mungkin tidak diterapkan di perusahaan lainnya. Salah satunya adalah aturan di Uni Emirat Arab yang mewajibkan pekerjanya beristirahat dan membaca buku. Tujuannya, agar masyarakat melek membaca. Dan masih banyak aturan unik lainnya yang diterapkan di perusahaan-perusahaan di dunia. Berikut ini rinciannya:

    1. Wajib cuti 
    Mungkin ini aturan terbaik dan diharapkan semua pekerja. Di Austria, setelah bekerja selama enam bulan, setiap karyawan berhak cuti selama 30 hari kerja, dan gaji pun masih dibayar oleh perusahaan. Aturan ini berlaku untuk mereka yang bekerja kurang dari 25 tahun. Bahkan, jika waktu kerja sudah lebih dari 25 tahun, waktu liburan ditambah menjadi 36 hari.

    2. Istirahat tidur
    Pernah tertangkap tidur siang di tempat kerja? Jika ya, maka Anda jelas tahu konsekuensinya. Tetapi, jika berada di Jepang, Anda justru akan menemukan kegiatan ini adalah lumrah. Mereka bahkan memiliki istilah sendiri, yakni Inemuri, yang berarti “tertidur saat kerja”. Orang Jepang percaya mereka yang tidur siang menjadi tanda dia telah bekerja keras. 

    3. Wajib berlibur
    Sementara di Indonesia mencari jadwal cuti untuk liburan cukup sulit, hal itu berbeda dengan di Belgia. Pegawai di sana berhak meminta cuti untuk pergi berlibur. Dikenal dengan istilah “career breaks”, aturan ini memungkinkan karyawan untuk berlibur sesuai dengan keinginan mereka, bahkan mungkin selama satu tahun. Selama itu, mereka tetap mendapatkan gaji penuh dan bisa kembali bekerja setelah puas liburan.

    4. Tidak ada e-mail pekerjaan di akhir pekan
    Sebuah rancangan peraturan yang diusulkan di Majelis Nasional Prancis memberikan hak untuk memutuskan dan membatasi penggunaan alat-alat digital terkait dengan pekerjaan selama libur akhir pekan. Karena itu, dianggap sebagai waktu untuk keluarga. Peraturan ini dirancang untuk melindungi kesehatan pekerja dan kesejahteraan serta memberlakukan aturan karyawan hanya boleh menggunakan e-mail kantor selama 11 jam sehari.

    5. Kerja di luar kantor tetap bekerja
    Pengadilan Eropa memutuskan waktu yang dihabiskan pegawai untuk rapat di luar tanpa masuk kantor sama dengan bekerja. Hukum ini muncul tidak hanya melindungi “kesehatan dan keselamatan” pekerja, tapi juga menghindari dari eksploitasi oleh atasan mereka. 

    6. Anda tidak bisa dipecat!
    Portugal adalah surganya pekerja. Perusahaan tidak bisa memberhentikan karyawan mereka karena tidak ada periode penghentian karyawan dalam hukum ketenagakerjaan di negara itu. Dan masih ada lagi, jika perusahaan tidak ingin mempertahankan karyawan, dia harus menawarkan paket resign yang sangat layak dan harus memohon pada karyawan tidak akan membuat keributan mengenai urusan ini.

    BISNIS

    Baca juga:
    Membongkar Isi Tas Wanita Sukses
    Anak Bukan Penghalang Ibu untuk Sekolah Lagi
    4 Hal yang Harus Dijawab Jujur Saat Wawancara Kerja



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.