Bahaya Obat Anti-nyamuk, Apa pun Bentuknya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Tony Hartawan

    Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Penggunaan obat nyamuk bakar diklaim bisa menyebabkan iritasi hingga infeksi saluran pernapasan. Namun penggunaan obat nyamuk oles dan semprot juga bisa menimbulkan iritasi.

    "Penggunaan obat anti-nyamuk, oles dan semprot, bisa menimbulkan iritasi kulit dan sebaiknya tidak digunakan pada anak di bawah usia 6 bulan," ujar anggota Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau, Ririe Fachrina Malisie, dalam konferensi pers program 3M Plus Lavitrap, kerja sama Ikatan Dokter Indonesia dengan HIT, pada Senin, 14 November 2016, di Jakarta.

    Agar anak terhindar dari gigitan nyamuk, menurut dia, yang utama adalah orang tua membersihkan lingkungan sekitar dan tidak memilih langkah praktis, misalnya menggunakan obat anti-nyamuk pada anak. "Karena yang namanya zat kimia itu kan kita tidak pernah tahu dampak jangka panjangnya seperti apa," kata Ririe.

    Selain iritasi, aroma obat nyamuk juga bisa menimbulkan alergi pada individu tertentu. Tidak hanya itu, penggunaan obat nyamuk semprot pun sebaiknya dilakukan dengan benar. "Semprotkan obat nyamuk ketika ruangan steril (tidak ada orang lain) dan jangan lupa untuk menutup makanan agar obat nyamuk tidak mengendap pada makanan," tuturnya.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain: 
    Anda Punya Gejala Kekurangan Vitamin B12?
    10 Kebiasaan yang Bikin Tubuh Drop Sampai Berisiko Kematian
    Jawaban Tepat jika Anak Bertanya tentang Jerawat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.