Menakar Kebutuhan Kalsium Berdasarkan Usia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum susu. Shutterstock

    Ilustrasi minum susu. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalsium merupakan zat yang berperan dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Salah satu sumber kalsium yang mudah kita temui adalah susu sapi. Sayangnya, tak semua orang cocok meminumnya karena ada yang alergi dan sebab lainnya. Cara lain untuk mendapatkan asupan kalsium adalah dengan mengkonsumsi makanan, seperti ikan sarden, brokoli, sayuran hijau, tahu dan kacang almond.

    Cinta Tak Wajar

    Susu memang bukan satu-satunya sumber kalsium meski tak dipungkiri kandungan kalsiumnya paling tinggi dari sumber lainnya. Segelas susu murni mengandung 30 persen kalsum harian yang dibutuhkan tubuh.

    Perlu diketahui kebutuhan kalsium pada setiap orang berbeda. Berikut ini kadar kebutuhan kalsium berdasarkan usia seperti dilansir laman Kidspot:

    - Usia 1-3 tahun: 500 mg kalsium per hari
    - Usia 4-7 tahun: 700 mg kalsium per hari
    - Usia 9-11 tahun: 1000 mg kalsium per hari
    - Usia 12-18 tahun: 1300 mg kalsium per hari
    - Usia > 18 tahun: 1000 mg per hari

    Bagi Anda yang alergi atau tidak cocok minum susu, ahli gizi Amanda Fraser memberikan tip agar asupan kalsium tetap terjaga:
    - Pakailah mentega dari kacang almond
    - Makan daging ikan salmon
    - Taburi biji wijen dan kacang almond dalam salad
    - Pilih yoghurt bebas laktosa dan keju
    - Perbanyak makan sayuran, seperti brokoli, kale, lobak atau bayam
    - Melahap buah ara dan kiwi
    - Mengkonsumsi olahan kedelai, seperti tahu dan tempe
    - Perbanyak makan ikan, seperti makarel, sarden, salmon

    DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    6 Kesalahan dalam Investasi Emas
    Tips Memotret Saat Wisata Bersama Anak
    Putus Cinta, Lakukan 4 Hal Ini Agar Lekas Move On


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.