7 Hal yang Dibenci Kaum Lajang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita lajang melihat sejumlah bujangan yang dipajang di toko milik situs kencan Perancis

    Seorang wanita lajang melihat sejumlah bujangan yang dipajang di toko milik situs kencan Perancis "adopt-a-guy" (adopte-un-mec) di Paris, Perancis, Rabu (12/9). REUTERS/Jacky Naegelen

    TEMPO.CO, JakartaI'm single and very happy. Bait lagu milik Oppie Andaresta ini sejatinya memang benar adanya. 

    Hidup sebagai seorang lajang sebenarnya tak kalah indah dengan mereka yang sudah berpasangan. Orang yang lajang masih bebas dan masih punya kebebasan tanpa terikat atau terbebani oleh tanggung jawab tertentu. 

    Namun sayangnya, beberapa orang seringkali bersikap dan membuat kesan seolah hidup melajang itu menyedihkan dan penuh duka nestapa. Belum lagi si lajang kerap didiskriminasi dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari, serta diperlakukan seperti seseorang yang bersalah karena status lajangnya.

    Oleh karena itu, tak usah heran bila si lajang tidak menyukai, bahkan membenci, 7 hal berikut ini:

    *Teman yang menjalin hubungan
    Bohong besar kalau kamu tak pernah merasa kesepian dan tak pernah merasa iri pada teman yang sudah punya pacar, terlebih jika status kamu masih single. Teman yang tadinya sering kumpul dan jalan bareng denganmu, kini lebih sibuk dan asyik dengan pacarnya. Kamu pun jadi sendirian dan kesepian. Lambat laun, tanpa kamu sadari, kondisi ini bisa memicu perasaan negatif pada diri kamu, misalnya muncul perasan iri, sirik, dan benci pada mereka yang berpasangan.

    *Pesta prom
    Pesta prom biasanya diisi dengan kegiatan berdansa dan pemilihan raja dan ratu. Tentu saja ini mengharuskan kamu untuk memiliki pasangan untuk bisa mengikuti keseruan pestanya. Memang sih kamu boleh dan bisa hadir meski tanpa didampingi pasangan. Tapi, siapkan mentalmu sekuat mungkin untuk menjadi penonton tunggal teman-temanmu yang asyik menikmati pesta bersama pasangannya.

    *Hari Valentine
    Meski banyak yang bilang kalau hari Valentine tak hanya berlaku bagi mereka yang sudah berpasangan, faktanya Valentine banyak didominasi oleh hal-hal percintaan pasangan kekasih, seolah hari Valentine hanya khusus dirayakan oleh mereka yang sudah punya pasangan saja. Sementara jika yang masih single merayakan valentine, malah dinilai menyedihkan oleh yang lain.

    *Orang ketiga
    Kalau diajak pergi atau jalan-jalan bareng oleh teman, cari tahu dulu dia datang sendiri atau bersama pacarnya. Kalau dia bersama pacarnya, lebih baik kamu tolak ajakannya secara halus. Bukan apa-apa, tapi ini demi kebaikanmu juga. Daripada kamu salah tingkah dan makan hati melihat temanmu asyik menikmati hidup bersama pacarnya, sementara kamu cuma bisa diam menahan perasaan dan sibuk menghibur diri sendiri. Ibaratnya, temanmu dan pacarnya adalah pasangan ratu dan raja yang berbahagia, dan kamu adalah dayang-dayang mereka.

    *Status single dibahas dan diungkit terus
    Kapan pun dan dimana pun, orang-orang selalu usil membahas dan mengungkit-ungkit statusmu yang masih single. Misalnya, dengan menanyakan sudah berapa lama kamu melajang, kenapa sampai sekarang belum punya pacar, kapan mau menikah, dan sebagainya. Tapi, kamu jangan sampai termakan emosi dengan sikap mereka. Dibawa asyik saja. Anggap saja mereka iri padamu karena hidup kamu masih bebas dan masih punya kebebasan, sementara mereka sudah tak bisa bebas lagi karena sudah terikat dalam hubungan. 

    *Acara undangan
    Sepertinya, sudah menjadi peraturan baku kalau datang ke suatu acara harus didampingi oleh pasangan. Contohnya saja acara pernikahan. Pada surat undangan, seringkali dicantumkan nama Anda dan 'pasangan' atau nama Anda dan 'partner'. Ini membuat kesan seolah Anda yang masih single terlarang untuk datang ke acara tersebut (meski diundang). Atau, kalaupun datang, harus ada pendamping alias tidak boleh seorang diri. Kalaupun nekat datang sendirian, pasti langsung dibombardir pertanyaan-pertanyaan konyol: "Kok sendirian?", "Sendirian aja?", "Mana pasangannya?", dan lain-lain.

    *Double date
    Akhir pekan, teman-teman mengajak untuk kumpul bareng. Tapi ternyata, mereka semua turut mengajak pasangannya masing-masing, kecuali Anda. Mereka yang berpasangan asyik mengobrol dan saling berbagi kisah cintanya masing-masing. Sementara Anda, satu-satunya yang masih berstatus single dan sendirian, cuma bisa jadi pendengar dan penonton yang baik. 

    ALLWOMENSTALK | LUCIANA

    Baca juga:
    Kunto Aji Berbagi Kunci Sukses LDR Selama 10 Tahun
    Putus Cinta, Lakukan 4 Hal Ini Agar Lekas Move On
    Bila Harus Putus Cinta Perhatikan Rambu Berikut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.