Anda Punya Gejala Kekurangan Vitamin B12?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan kelelahan, rasa lesu, sembelit, dan kehilangan nafsu makan. Beberapa orang bahkan sampai mengalami masalah pada syaraf, seperti kesemutan di tangan dan kaki, serta kadang-kadang mati rasa.

    Kekurangan vitamin B12 juga bisa tak terdeteksi selama bertahun-tahun. Jadi, gejala seperti kelelahan, sulit bernafas, serta pelupa, sering diabaikan sama sekali.

    Berikut fakta-fakta tentang vitamin B12:

    #Orang yang rentan kekurangan vitamin B12
    *Vegan dan mereka yang tak suka produk-produk susu, karena vitamin B12 biasanya didapatkan dari sumber makanan hewani. 
    *Orang yang rutin minum alkohol, karena vitamin B12 disimpan dalam liver dan keseimbangannya bisa terganggu akibat banyaknya alkohol.
    *Orang yang bermasalah dengan asam, karena mereka yang mengkonsumsi obat untuk meredakan masalah asam biasanya tubuhnya kesulitan untuk menyerap vitamin B12.

    #Apakah kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan kerusakan permanen?
    Bisa, bila tak terdeteksi untuk waktu yang lama dan masalah ini bisa bertambah parah. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan syaraf, kehilangan daya ingat, dan tidak mampu berkonsentrasi.

    #Apa saja akibat kekurangan vitamin B12?
    Efek samping lainnya adalah insomnia, disfungsi ereksi, sulit mengontrol buang air besar dan kecil.

    #Sumber terbaik vitamin B12
    Daging sapi, kalkun, ayam, ikan trout, dan salmon. Sumber makanan nabati tidak mengandung vitamin B12, karena itulah risiko kekurangan terbesar dialami kaum vegan.

    INDIATIMES | PIPIT

    Baca juga:
    Sehatnya Makan Buah Kedondong
    Hati-hati, Minuman Berenergi Berpotensi Merusak Hati
    Sakit Pakai Sepatu High Heels? Ini Cara Atasinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.