Rehat di Fat Straw

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fat Straw. dok.TEMPO

    Fat Straw. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bila Anda sedang kepanasan di Jalan Kelapa Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebuah taman mungil di situ bisa menjadi godaan untuk rehat sejenak. Ada sedikit lahan berumput dengan tatanan meja kursi dan payung yang menaungi dari terik matahari. Juga lebah-lebah yang menjadi pemandangan. Apalagi sambil menikmati bubble drink dingin dengan rasa madu dalam cangkir gendut.

    Namun jangan membayangkan taman tersebut layaknya taman pada umumnya. Rumputnya adalah karpet rumput sintetis. Lebah-lebahnya adalah gambar lebah yang terpampang di kaca-kaca kedai bernama Fat Straw (sedotan gendut) ini. Juga logo kedai minuman ini yang menampilkan lebah gendut, dengan gurat-gurat garis hitam dan kuning.

    Meski begitu, tetap nyaman untuk nongkrong di sana, sambil "menyesap" madu dari "lebah-lebah gendut" yang ditawarkan Fat Straw. "Bubble, atau bola sagu, yang disajikan dengan es serut halus, memang sudah ada rasa madunya," kata Yovindra, pramusaji di Fat Straw.

    Cara meminum bubble drink memang butuh sedikit perjuangan. Kadang-kadang Anda harus mengisap minuman ini keras-keras untuk memastikan mutiara hitam atau jeli yang ada di dasar gelas plastik itu masuk ke mulut. Inilah sensasinya.

    Beda Fat Straw dengan produk serupa adalah pada ukuran kemasannya. Jika ukuran besar pada produk serupa disajikan dalam gelas plastik dengan ukuran lebih tinggi, sebaliknya dengan Fat Straw. Ukuran large di kedai ini berarti minuman disuguhkan dalam gelas plastik yang lebih bantet dengan diameter sebesar telapak tangan.

    Perbedaan lainnya adalah keberadaan tempat duduk yang bisa menampung lebih dari 50 tamu. Biasanya, kedai minuman menyediakan meja kursi sedikit. Jadi, di kedai ini Anda bisa rehat berlama-lama dengan lebih banyak kawan. Tentu tak semua bisa duduk di taman mungil. Ada pula pilihan ruangan yang dingin nan nyaman.

    Sebagian besar penyesap bubble drink adalah remaja. Selain remaja yang masih mengenakan seragam sekolah, ada rombongan mahasiswa yang betah berlama-lama duduk di salah satu sudut kedai.

    Satu hal lagi yang membuat anak-anak muda betah duduk berlama-lama antara lain pilihan lagu yang diputar di kedai itu. Sebagian besar adalah lagu electronic dance music ataupun lagu hits masa kini. Sebut saja Zedd, Icona Pop, ataupun Pharell Williams. Kadang-kadang, jika mendengar lagu yang mereka suka, otomatis para remaja pria ataupun wanita itu bersenandung. Cukuplah untuk menjadi "pelarian" kecil dari panas dan sibuknya jalanan Kelapa Nias. 

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Hidup Sehat ala Fujisan Taiyaki Bebas Minyak dan Pengawet
    Resep Rahasia Citarasa Asinan Betawi
    Serba Serbi Olahan Daging Sapi di Restoran Orient-8


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.