Menilik Gaya Busana yang Asyik buat Liburan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koleksi gaya liburan Faustine Arthaputri dan Eda Arthaputri by TEMPO

    Koleksi gaya liburan Faustine Arthaputri dan Eda Arthaputri by TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin belum berencana liburan dalam pecan-pekan ini. Tapi tak ada salahnya menyimpan baik-baik referensi busana berlibur dari panggung Jakarta Fashion Week 2017 agar dapat bergaya selama masa senang-senang itu.

    Dimulai dari koleksi Milcah yang tak terpaut musim. Duo perancang kakak adik Faustine Arthaputri dan Eda Arthaputri ini menamai koleksinya ‘Serene’. Menurut mereka inspirasi untuk membuat koleksi ini datang dari langit yang cerah, lautan yang bersih dan tenang. Hmm, sudah terbayang mau ke pantai belum?

     

    Busana ini juga nampak selaras dengan suasana pantai. Sebab, koleksi ini menggunakan bahan katun dan poly-rayon yang ringan. “Membiarkan kulit bernapas,” kata mereka. Material ini juga menghadirkan sensasi rileks dan kesan ‘jatuh’ karena teksturnya yang ringan.

    Jadi, busana ini tidak akan membuat gerah ketika dipakai menelusuri pantai. Akan sangat menyenangkan jika ada angin semilir karena busana ini juga akan mengikuti liuk-liuk angin. Siluetnya yang longgar memungkinkan hal itu terjadi.

    Sepintas busana ini nampak sama dengan busana yang bisa dibeli di toko baju pinggir pantai. Eh, jangan salah. Komponen utama busana ini adalah teknik tie-dye. Itu teknik yang tidak bisa dipelajari semalam jadi. Seolah belum puas, rangkaian koleksi berwarna biru-putih ini masih ditambah bordiran bunga dan tassels yang semuanya handmade. Sentuhan fringe dan draperi juga memperkaya tampilan yang easy-breezy flare.

    Deretan busana lainnya yang pas untuk berlibur adalah koleksi play suit serba putih label Paulina Katarina. Surya Paulina dan Ratna Katarina memang menahbiskan DNA mereka adalah premium resort wear brand sehingga busana yang dirancang sangat masuk akal untuk digunakan sehari-hari. Koleksi Wonderlust ini terdiri dari frill dress, jumpsuit dan one shoulder top.

    Koleksi resort lain datang dari Alex[a]lexa dengan tema Darjeeling Limited yang India banget. Film ini disutradarai Wes Anderson yang menceritakan petualangan tiga bersaudara dengan setting panorama India. Monique memilih warna navy blue, putih, abu-abu, dan jingga dalam busana kasual Resort 2017. Dia menghadirkan kesan India lewat motif gunung Himalaya di atas sari, tekstil tradisional India.

    Untuk liburan lebih cerah, ada inspirasi gaya lainnya dari Gloria Agatha dengan label Jii. Menurut Agatha, idenya datang dari keinginan perempuan untuk berlibur dengan gaya dan tetap bisa dressing up. Sebab itu, koleksinya berbentuk summer dress berpotongan longgar, berlengan balon dan beberapa off shoulder.

    Koleksi ini diberi nama Quack-Quack. “Saya terinspirasi dari perjalanan saya ke Bali, ada beberapa agenda penting tetapi sangat ingin acara itu berakhir dengan cepat,” kata dia. Dia lalu menampilkannya lewat sosok ikonik bebek yang diwujudkan dalam busana oranye dan monokrom. Agatha berkolaborasi dengan Hummingbird Road yang membuat topi dan Teresa Mutiara yang membuat sandal.

    Busana lainnya datang dari label Purana yang bertema Technicolor, sesuai dengan teknik yang digunakan. Nonita Respati menggabungkan tiga teknik sekaligus yaitu tenun, batik dan jumputan dalam sehelai kain.

     

    Kain itu ia ubah menjadi atasan yang kasual dengan aksen lilit yang dipadukan dengan celana ¾ atau celana panjang aksen serut. Gaya busananya akan menceriakan liburan karena warnanya yang terbentang dari oranye, toska, ungu dan merah. Padukan dengan tas selempang, kacamata hitam, sandal dan topi dan pergilah ke pantai!

    DINI PRAMITA

    Berita lainnya:
    Priyanka Chopra Jadi LinkedIn Influencer, Ada 9 Jurusnya
    Desainer Bicara soal Busana Ahok, Agus Harimurti, dan Anies
    Alasan Susu Sapi Lebih Baik Ketimbang Susu Hewan Lainnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.