Jangan Anggap Enteng bila Bayi Berkeringat Berlebih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com

    Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkeringat adalah cara tubuh menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan. Sistem saraf pusat bertanggung jawab mengendalikan suhu tubuh yang pada akhirnya memerintahkan kepada jaringan kulit untuk mengeluarkan keringat.

    Pada bayi, sistem saraf tersebut cenderung dalam tahap perkembangan. Tentu saja, beberapa bayi juga bisa berkeringat berlebihan dibandingkan dengan orang lain.

    Lalu, bagaimana jika bayi berkeringat berlebihan? Pertama, periksalah apakah terlalu banyak selimut yang digunakan untuk menghangatkan bayi saat cuaca dingin. Sebaiknya, cobalah untuk mempertahankan suhu ideal kamar. Ingat juga, bahwa bayi mungkin merasa tercekik dan mungkin merasa sulit untuk bernapas jika kita menutupnya terlalu rapat dengan selimut.

    Gunakan pakaian yang nyaman untuk menjaga kondisi bayi normal sesuai dengan cuaca yang sedang terjadi. Jika keringat bayi sepanjang hari terlihat berlebihan, mungkin kita perlu untuk menganggapnya serius. Lebih baik berkonsultasi dengan dokter karena bisa saja penyebabnya kondisi serius lain.

    Jika anak gemuk atau terlalu kurus dan berkeringat terus-menerus, bahkan selama makan, segera periksakan ke dokter. Berkeringat berlebihan secara terus-menerus juga bisa terjadi karena gangguan genetik, masalah tiroid, dan masalah sistem saraf. Jadi, bawalah bayi ke dokter untuk mencari tahu alasannya.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Sehatnya Makan Buah Kedondong
    Bermain Drum Efektif buat Terapi Emosi
    Penyebab Mata Gatal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.