Peduli Kesehatan, Kemenkes Perkenalkan Germas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga lari/berlari/jogging. Shutterstock.com

    Ilustrasi olahraga lari/berlari/jogging. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Menteri Kesehatan Nila F. Moelok mengatakan dalam 30 tahun terakhir terjadi perubahan dalam pola penyakit terkait dengan perilaku manusia.

    Pada era 1990-an, penyebab terbesar sakit dan kematian adalah penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), tuberkulosis, atau diare. Namun saat ini penyebab kematian bergeser menjadi penyakit tidak menular, seperti jantung, darah tinggi, stroke, kanker, dan kencing manis.

    "Germas merupakan tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup," ujar Nila, Kamis, 10 November 2016.

    Menurut Nila, mempraktekkan gaya hidup sehat bisa diimplementasikan melalui tujuh kegiatan utama, dari beraktivitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak minum alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban untuk buang air besar.

    Nila menambahkan, saat ini masalah utama di bidang kesehatan adalah soal pola pikir. Dengan keberagaman yang ada di masyarakat, bukan hal yang mudah mempopulerkan gaya hidup sehat. Guna mempopulerkan program ini, Kementerian Kesehatan akan menjalin kerja sama lintas kementerian. "Dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, misalnya, kami ingin mengaktifkan lagi unit kesehatan siswa," katanya.

    BISNIS


    Artikel lain:
    Reaksi Tubuh Ketika Berhenti Berolahraga
    Pesan buat Ibu Hamil, Hindari Pemanis Buatan
    Kulitmu Superkering, Coba Atasi dengan 10 Bahan Alami


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara