Anak, Bukan Penghalang Ibu untuk Sekolah Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengajaran membaca di sekolah Kartini khusus wanita di kota Bogor, 1920. Dok: Weekly calendar Prentbriefkaart Art Unlimited, 1996

    Pengajaran membaca di sekolah Kartini khusus wanita di kota Bogor, 1920. Dok: Weekly calendar Prentbriefkaart Art Unlimited, 1996

    TEMPO.CO, Jakarta - Menuntut ilmu hingga ke negeri Cina. Tampaknya ungkapan itu sangatlah cocok diberikan kepada kaum perempuan saat ini. Di tengah padatnya jadwal kegiatan sehari-hari--sebagai wanita karir, ibu, dan istri--semangat perempuan untuk terus menimba ilmu memang tak pernah padam.

    Namun seringkali, para ibu ini pusing memikirkan anak-anaknya, terutama saat dirinya masuk kelas dan tengah pusing dengan berbagai tugas dan penelitian. Alasan inilah yang membuat ibu-ibu berpikir ulang untuk meneruskan pendidikannya di luar negeri.

    Seperti dialami oleh Roswita (30 tahun). Dosen di sebuah universitas swasta di Jakarta ini tampak asyik bertanya-tanya kepada para konsultan pendidikan yang hadir dalam acara European Higher Education Fair 2017, Minggu (6/11), di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Ibu dua anak ini tampak serius mendengarkan penjelasan yang diberikan. "Saya memang berencana melanjutkan kuliah S3 di Inggris lewat program beasiswa. Ini saya sedang memilih kampus dan jurusan yang cocok," katanya.

    Jika nanti dia diterima di kampus lewat program beasiswa seperti cita-citanya, Roswita berniat memboyong keluarga kecilnya, untuk tinggal menemaninya di negeri orang. Rencananya, kedua anaknya akan disekolahkan di sekolah setempat. Sedangkan suaminya, akan bekerja sebagai freelancer. "Jika semua diberi kelancaran, saya harap bisa berangkat tahun depan," ujarnya mantap.   

    Dirinya pun telah memikirkan jika saat kuliah nanti, kesibukannya bertambah sehingga tak mampu mengurus kedua anaknya. Roswita mengaku, dirinya telah berkomunikasi dengan suami tentang ini. Dan sang suami bersedia membantunya mengurus anak-anak, saat dirinya disibukkan dengan berbagai kegiatan penelitian.

    Menurut Cal Choong, international officer untuk University of Sussex, yang hadir dalam kesempatan tersbeut, tidak ada masalah bagi perempuan yang menuntut ilmu di lembaganya sembari membawa serta keluarganya. "Karena kami juga menyediakan daycare untuk penitipan sekaligus tempat belajar bagi anak-anak mahasiswa kami," katanya. Keberadaan daycare tersebut ditujukan supaya orang tua yang tengah menuntut ilmu tak terlalu repot mengurus anak-anaknya. 

    Hal senada juga dikatakan oleh Polly Lu, international recruitment officer dari University of Westminster. Bahwa saat ibunda berkegiatan di dalam kampus, pemerintah setempat dan pihak kampus juga berupaya meringankan beban para ibu tadi, dengan cara memberikan fasilitas pendidikan dan saran bermain yang memadai untuk kepentingan putra-putrinya. "No need to be worried about it (tidak ada alasan yang perlu dikhawatirkan soal ini-red)," kata dia.

    Jadi Moms, kini tak ada alasan lagi bagi Anda yang ingin melanjutkan sekolah di luar negeri sambil membawa keluarga.

    DA CANDRANINGRUM

    Baca juga:
    7 Kiat Sukses Wawancara Kerja dalam Bahasa Inggris
    Anda Bakal Diterima Kerja Kalau Begini Kondisinya...
    Kenali Tanda-tanda Karyawan Akan Resign dari Pekerjaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.