Memahami Chikungunya dan Cara Mencegahnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak menutup hidung saat petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan di salah satu rumah di Desa Pataruman, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (27/11). Sekitar 124 warga dari dua RT di Desa ini terkena demam Chikungunya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah anak menutup hidung saat petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan di salah satu rumah di Desa Pataruman, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (27/11). Sekitar 124 warga dari dua RT di Desa ini terkena demam Chikungunya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COJakarta - Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes, seperti juga malaria, zika, dan demam berdarah. Virus yang berasal dari nyamuk ini akan menyebabkan rasa nyeri pada persendian, demam, dan sakit kepala, tapi biasanya tidak fatal. Mari kita simak penjelasan lebih rinci tentang chikungunya.

    Apakah penyakit ini menular?
    Tidak sama sekali karena tidak menyebar dari manusia ke manusia, meski dalam beberapa kasus ada kejadian bayi yang baru lahir tertular ibunya. Penyakit ini juga bisa menular lewat transfusi darah, tapi tak banyak kasus yang ditemukan.

    Apa gejalanya?
    Gejala chikungunya baru muncul 3-7 hari setelah digigit nyamuk. Gejala yang paling umum adalah pusing, persendian membengkak, ruam merah, nyeri otot, dan demam tinggi. Biasanya gejala itu hanya berlangsung selama 2-3 hari.

    Bagaimana penyembuhan atau perawatannya?
    Pasien disarankan untuk beristirahat, banyak minum, dan meminum obat pereda nyeri serta demam yang diberikan dokter.

    Berapa hari proses penyembuhan?
    Chikungunya biasanya tidak fatal dan kebanyakan orang sudah pulih kembali dalam satu minggu dengan istirahat yang cukup, meski rasa nyerinya sulit hilang sama sekali.

    Bagaimana pencegahannya?
    Cara terbaik untuk mencegah chikungunya adalah melindungi diri dari nyamuk. Cobalah memakai pakaian yang menutupi tangan dan kaki atau menggunakan krim antinyamuk untuk mencegah gigitan serangga pengisap darah itu. Jika Anda merasakan gejala tertentu, segera berobat ke dokter.

    INDIATIMES | PIPIT

    Berita lainnya:
    Anak Doyan Minum Kopi, Baik atau Buruk?
    Hindari Kolesterol Tinggi, Kurangi Makanan Berikut
    Kamu Suka Tiramisu, Cek Bagaimana Asal Mula dan Maknanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.