Hindari Kolesterol Tinggi, Kurangi Makanan Berikut Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telur ceplok. Pexels.com

    Ilustrasi telur ceplok. Pexels.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsumsi makanan yang kurang sehat dan berlebihan menjadi salah satu penyebab munculnya kolesterol jahat dalam tubuh. Hal itu bisa memicu penyempitan dalam pembuluh darah jantung dan stroke.

    Hal itu diungkapkan spesialis jantung dan pembuluh darah dari Klikdokter.com, Dr Vito A. Damay, SpJP, MKes, FIHA, FICA. Dia menjelaskan, kondisi kadar kolesterol jahat yang tinggi sebenarnya tanpa gejala spesifik.

    “Masyarakat Indonesia umumnya berasumsi bahwa gejala kolesterol tinggi bisa dikenali lewat tanda seperti pusing pada bagian belakang kepala, pegal pada tengkuk dan pundak, serta nyeri seperti tertusuk pada dada bagian kiri,” ujar Dr. Vito.

    Sebagai langkah edukasi masyarakat untuk mencegah kolesterol jahat, Vito memaparkan lima jenis makanan yang tinggi kadar kolesterol jahat (LDL), di antaranya kuning telur dengan 1.234 mg kolesterol/100 gram, telur ikan dengan 588 mg kolesterol/100 gr, hati dengan 564 mg kolesterol/100 gr, mentega dengan 215 mg kolesterol/100 gr, dan udang dengan 588 mg kolesterol/100 gr.

    Mengacu pada riset Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika, orang dengan kadar kolesterol tinggi berisiko hingga dua kali lipat menderita penyakit jantung dibanding orang dengan kadar kolesterol normal.

    Sedangkan proporsi rata-rata masyarakat Indonesia dengan kadar kolesterol total di atas nilai normal adalah 35 persen (satu dari tiga orang). Proporsi masyarakat dengan LDL (kolesterol jahat) di atas nilai optimal mencapai 76,2 persen (dengan proporsi kategori LDL tinggi atau sangat tinggi 15,9 persen).  

    Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia, Kalbe didukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Yayasan Jantung Indonesia bekerja sama dengan Klikdokter.com mengadakan gerakan Indonesia Tangkal Kolesterol melalui produknya Nutrive Benecol.

    Gerakan Indonesia Tangkal Kolesterol merupakan rangkaian program edukasi dengan misi meminimalkan penderita kolesterol tinggi serta menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung koroner di Indonesia karena kolesterol tinggi.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Jangan Nekat Mengkonsumsi Makanan Ini Setelah Kedaluwarsa 
    Cegah Stroke, Lakukan 4 Hal Berikut
    8 Hal Pemicu Asma dan Cara Atasinya

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.