Anak Doyan Minum Kopi, Baik atau Buruk?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kopi hitam. shutterstock.com

    Ilustrasi kopi hitam. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Kafein pada kopi jika dikonsumsi berlebihan akan memberikan dampak buruk pada kesehatan orang dewasa, terlebih jika dikonsumsi anak-anak. Pada anak, tak hanya kesehatan yang bermasalah, tapi juga perilakunya. 

    Kopi memang memberikan efek tenang setelah meminumnya. Rasa kopi yang nikmat membuat siapa saja menyukainya. Berikut ini dampak kafein pada kopi bila dikonsumsi oleh anak secara berlebihan.

    1. Menurunkan nafsu makan
    Anak-anak yang terlalu sering minum kopi tidak mendapatkan cukup nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Terlebih, jika seorang anak justru mengabaikan minuman lain yang lebih sehat, seperti air putih, susu, atau jus buah. Tidak hanya itu, kandungan kafein dalam kopi bisa menurunkan nafsu makan anak. Dalam kondisi ini, seseorang akan rentan mengalami masalah gizi.

    2. Sakit kepala
    Kebanyakan minum kopi dapat mengakibatkan sakit kepala karena efek stimulan otak.

    3. Sulit tidur
    Kafein yang terkandung dalam kopi dapat membuat seseorang terjaga dan waspada sehingga mengganggu pola tidur. Sebaiknya tidak minum kopi ketika hendak tidur karena akan membuatnya terjaga sepanjang malam.

    4. Denyut jantung lebih cepat
    Kopi mengandung kafein yang berfungsi menggairahkan saraf sehingga terjadi tekanan pada jantung. Sering kali, ketika minum kopi, jantung menjadi berdebar-debar. Kondisi ini bisa berbahaya, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat menderita gangguan jantung.

    ANTARA

    Berita lainnya:
    Makanan Faktor Pemicu Alergi Terbesar pada Anak
    Kamu Suka Tiramisu, Cek Bagaimana Asal Mula dan Maknanya

    Mau Sehat Sampai Tua, Jaga Bagian Tubuh Berikut dengan Baik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.