Full Time Mom vs Working Mom, Lebih Baik Mana?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja sambil mengasuh bayi. inno-club.ru

    Ilustrasi wanita bekerja sambil mengasuh bayi. inno-club.ru

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdebatan tentang "full time mom" vs "working mom" seringkali membuat wanita, khususnya kaum ibu yang bekerja, menjadi galau. Padahal, dengan mengetahui sedikit trik tertentu, maka wanita dapat menjalani keduanya dengan seimbang.

    Motivator asal Malaysia sekaligus penulis buku, Datuk Stella Chin, menyarankan agar wanita bisa mengurangi kebiasaan bergosip atau banyak bicara, dan menjadi profesional ketika berada di rumah dan di kantor.

    "Saya menyebutnya formula tambah, kurang, dan bagi. Setiap hari kita harus menambah cinta dan penghargaan, mengurangi benci, dan menghilangkan kebiasaan gosip," kata dia dalam peluncuran buku terbarunya Kebahagiaan Yang Kutahu, di Jakarta, Selasa, 8 November 2016.  

    Dari formula ini, dia menyarankan yang pertama harus dilakukan adalah dengan menghilangkan kebiasaan bergosip. Dia mengatakan, seorang wanita ketika bergosip akan mengeluarkan lebih dari 22 ribu kata setiap harinya. Jika kebiasaan itu berlanjut hingga ke rumah, maka akan membuat suami dan anak merasa tidak nyaman. "Ketika anda kembali dari bekerja dan suami Anda kembali, maka jangan ada omong-omong yang tidak berguna," imbuhnya. 

    Begitu pula, wanita harus profesional membagi tugasnya antara di kantor dan di rumah. Ketika berada di kantor, maka wanita menjadi wanita yang bekerja. Begitu kembali ke rumah, maka seorang wanita kembali menjadi seorang ibu. "Perempuan akan bahagia ketika seimbang, antara ibu rumah tangga dan karier," katanya.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Bekal Supaya Anak Mampu Beradaptasi dengan Lingkungan
    35 Persen Pekerja Wanita Kena Anemia, Produktivitas Anjlok
    Aturan tentang Kacamata, Makanan, dan Makeup agar Mata Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.