Jaga Kesehatan Kulit, Waspadai Dampak Sinar UVA dan UVB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit sehat. Shutterstock.com

    Ilustrasi kulit sehat. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita sudah sering mendengar sinar ultraviolet dan dampaknya bagi kesehatan kulit. Sinar ultraviolet alias UV dibedakan menjadi UVA, UVB, dan UVC.

    Dari tiga jenis sinar UV itu, UVA dan UVB amat populer dan dikenal memiliki dampak serius terhadap kulit wanita, khususnya yang tinggal di daerah tropis. Fakta tersebut terkuak dalam sesi workshop The Nivea Experience di Hotel Pullman Jakarta, akhir pekan lalu.

    Salah satu narasumber workshop, Dr. Tina Wardhani Wisesa, SpKK (K), FINSDV, FAADV mengatakan, ada beberapa hal yang patut diperhatikan perempuan dalam memelajari karakter sinar UVA dan UVB.

    “Sinar UVA merusak kulit lebih dalam, menyebabkan penuaan dini, serta mempercepat timbulnya kerutan dan bintik hitam. UVA memicu kerusakan jangka panjang pada kulit kita,” papar Tina.

    Sinar UVA terbagi menjadi beberapa bagian. Yang paling berbahaya bagi kulit adalah UVA1. Jenis ini menyebabkan kerusakan sekaligus merangsang terjadinya mutasi DNA yang akhirnya menumbuhkan sel-sel kanker.

    Kesimpulannya, dampak negatif UVA yakni penuaan kulit, kanker kulit, bintik-bintik usia, alergi kulit kronis, dan yang paling fatal kerusakan pada DNA.

    Sementara paparan sinar UVB memicu sensasi perih terbakar pada kulit. Sinar inilah yang menciptakan efek belang sekaligus gelap di kulit kita.

    Namun, bukan berarti UVB tidak berbahaya untuk kesehatan kulit. Tina mengatakan, paparan sinar UVB dalam jangka panjang bisa memperbesar peluang terjadinya kanker kulit.

    “Dampak UVBantara lain kulit terbakar, melepuh, pigmentasi jangka panjang , kulit kering, dan mengelupas,” kata Tina.

    Membersihkan wajah juga tidak boleh diabaikan karena kulitnya mudah terpapar kotoran dan bakteri, minimal pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:

    8 Hal Pemicu Asma dan Cara Atasinya

    Ini Mitos-mitos yang Belum Tentu Benar di Sekitar Kita

    Apa yang Bisa Dilakukan dalam 1 Jam?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.