DNA Pengaruhi Keputusan Menunda Punya Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supermodel Candice Swanepoel mengunggah foto kehamilan pertamanya di media sosial. Ia gemar memamerkan perkembangan kehamilannya sejak minggu ke-12. Instagram.com

    Supermodel Candice Swanepoel mengunggah foto kehamilan pertamanya di media sosial. Ia gemar memamerkan perkembangan kehamilannya sejak minggu ke-12. Instagram.com

    TEMPO.COJakarta - Di negara maju, kecenderungan pasangan suami-istri menunda memiliki anak pertama semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh faktor sosial-ekonomi, budaya, lingkungan, serta pilihan pribadi. Penelitian baru menunjukkan, faktor genetika mempengaruhi pasangan suami-istri dalam membuat keputusan untuk memiliki anak. Penelitian yang dipimpin Nicola Barban dari Department of Sociology and Nuffield College, Universitas Oxford, Inggris, ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Genetics.

    Di negara industri, pasangan suami-istri yang menunda memiliki anak ternyata mempengaruhi jumlah anak dan kemampuan reproduksi. Faktor usia suami-istri ini juga berpengaruh terhadap proses kehamilan. 

    Pada usia 40 tahun, kemungkinan seorang wanita untuk hamil berkurang 50 persen. Sedangkan pada usia setelah 40 tahun, kesuburan pria secara signifikan menurun. Wanita yang mempunyai pasangan pria berusia di atas 45 tahun memiliki risiko keguguran 2 kali lebih besar dibanding mereka yang memiliki pasangan berusia sekitar 20 tahun.

    Adapun penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana DNA mampu mempengaruhi perilaku reproduksi. Penelitian ini juga mengamati faktor budaya dan sosial-ekonomi, yang mungkin mempengaruhi pasangan suami-istri menunda kehamilan pertama mereka. Yang diamati dalam penelitian ini adalah kondisi gen manusia secara keseluruhan untuk melihat apakah ada hubungan antara genetika, usia melahirkan anak pertama, dan jumlah anak yang dilahirkan.

    Ilmuwan melakukan identifikasi DNA yang mempengaruhi tidak hanya usia orang tua dalam memutuskan memiliki anak, tapi juga jumlah total anak. Peneliti juga melakukan identifikasi 24 gen yang mempengaruhi keputusan untuk memiliki anak serta gen infertilitas. Hasilnya, DNA mempengaruhi karakteristik perkembangan seksual, seperti usia awal menstruasi atau usia menopause.

    Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah wanita yang mengalami keterlambatan datang bulan atau menstruasi setiap bulannya cenderung menunda untuk memiliki anak.

    MEDICAL NEWS TODAY | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Moms, Ayo Latih Anak Bekerja di Rumah
    Cara Efektif Anak Cepat Belajar Berjalan
    6 Kiat untuk Mendisiplinkan Anak dengan Cara Positif 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.