Menkes Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan dengan Berolahraga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyerukan kepada masyarakat agar menjadikan olahraga sebagai gaya hidup sehari-hari. "Biasakanlah berolahraga, jadikan sebagai bagian dari gaya hidup kita. Sebab, dengan aktif berolahraga, tubuh menjadi bugar, juga menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit," kata Nila melalui keterangan tertulis, Senin, 7 November 2016.

    Nila juga memaparkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 dan 2013, yang menunjukkan aktivitas penduduk hanya sekitar 26,1 persen. Karena itu, Nila menggugah kesadaran masyarakat untuk berolahraga.

    Sasaran program olahraga oleh Kementerian Kesehatan ini dimulai dari ibu hamil, anak, remaja, dewasa, sampai lanjut usia, termasuk orang dengan masalah penyakit tidak menular. Dalam menerapkan upaya menjaga kebugaran di lingkungan kerja, Kementerian Kesehatan telah memberlakukan senam peregangan di tempat kerja, dipandu oleh pengeras suara.

    Kesadaran akan pentingnya berolahraga juga sejalan dengan program yang akan dicanangkan pemerintah, yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang menekankan pentingnya perilaku hidup sehat. "Germas berfokus pada tiga kegiatan, yaitu meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini penyakit tidak menular (PTM)," kata Nila. "Gerakan ini dapat dilakukan dari diri sendiri, di lingkungan keluarga, komunitas, juga institusi."

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Moms, Ayo Latih Anak Bekerja di Rumah 
    Reaksi Tubuh ketika Berhenti Berolahraga
    Kiat Merawat Kulit Kombinasi: Berminyak Sekaligus Kering


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.