Kisah Fedi Nuril Enteng Jodoh di Dunia Nyata dan Film

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fedi Nuril. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Fedi Nuril. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Fedi Nuril merasa selalu beruntung dalam urusan cinta, baik dalam kehidupan nyata maupun film. Di dalam film, tokoh yang diperankan oleh Fedi selalu menjadi pilihan wanita.

    Film Ayat-ayat Cinta, misalnya, menempatkan Fedi di antara Carissa Puteri atau Rianti Cartwright. Dalam film Surga yang Tak Dirindukan, dia berjodoh dengan Laudya Cynthia Bella dan Raline Shah. Yang terbaru, dalam film Shy Shy CatAcha SeptriasaNirina Zubir, dan Tika Bravani bersaing untuk mendapatkan cinta Fedi Nuril.

    Dalam kehidupan nyata, Fedi Nuril menyebut istrinya, Vanny Widyasasti, sebagai salah satu berkah besar dalam hidupnya tahun ini. “Saya menikah awal tahun ini. Akhir tahun nanti, pertengahan Desember, insya Allah saya akan menjadi ayah. Alhamdulillah, ini berkah. Semoga semua lancar,” kata aktor 34 tahun ini saat ditemui di bioskop Epicentrum XXI, Jakarta.

    Enteng jodoh dalam film, enteng jodoh pula di kehidupan nyata. Meski demikian, Fedi Nuril menyebut perjalanannya mencari jodoh tidak mudah. Butuh proses panjang sampai akhirnya mendapat pasangan lewat taaruf. Kepada para jomblo, Fedi memberikan tip, yakni jangan mencari jodoh yang sempurna. Sebab, tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini.

    Tip lainnya, jangan mencari-cari kekurangan calon pasangan. “Saya sering mendengar keluhan seperti ini: ‘ah orangnya enggak asyik. ah, dia terlalu baik buat saya’. Saya balik bertanya, bukankah berbuat baik terus-menerus itu berat? Ketika calon pasangan Anda sangat baik, bukankah itu berkah? Mengapa terus mencari-cari kesalahan?” ujar Fedi.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Asal-usul Jaket Bomber Jokowi 
    5 Manfaat Minum Susu Setiap Hari 
    Pilih Kredit yang Disertai Asuransi Bila Ingin Beli Rumah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.