5 Manfaat Minum Susu Setiap Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum susu. Shutterstock

    Ilustrasi minum susu. Shutterstock

    TEMPO.COJakarta - Anda pasti ingat betul dengan slogan empat sehat lima sempurna. Slogan ini merupakan bentuk kampanye untuk masyarakat agar memahami pola makan yang baik, yakni menu makanan yang disantap beragam dan kandungan gizinya seimbang. Menu makanan yang dianjurkan, menurut slogan empat sehat lima sempurna, adalah nasi, sayur-mayur, lauk-pauk, buah-buahan, dan susu.

    Susu merupakan penyempurna menu makanan sehat. Susu dipercaya mengandung banyak nutrisi dan kalsium yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, susu dianjurkan untuk selalu dikonsumsi, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
    Disarankan mengkonsumsi susu satu gelas setiap harinya. Bila Anda alergi terhadap susu sapi, Anda bisa menggantinya dengan susu kedelai.

    Berikut ini alasan pentingnya minum susu.

    1. Menambah energi
    Susu mengandung karbohidrat untuk menambah energi dalam tubuh. Selain itu, kandungan utama susu adalah air, yang berguna mencegah dehidrasi dalam tubuh setelah air putih.

    2. Menjaga tulang
    Susu mengandung kalsium, zat utama yang dibutuhkan tulang.

    3. Cegah asam lambung
    Rutin mengkonsumsi susu dapat mencegah asam lambung meningkat. Namun sebaiknya konsumsi susu dingin agar efek positif ini terasa lebih cepat.

    4. Menjaga kesehatan mata
    Beberapa studi mengungkapkan, konsumsi susu secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan mata.

    5. Menjaga tekanan darah stabil
    Nutrisi dalam susu dapat dengan mudah menstabilkan tekanan darah, sehingga tubuh bisa terhindar dari segala penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah.

    TABLOID BINTANG

    Berita lainnya:
    Resep Memanfaatkan Kulit Apel
    Ivan Gunawan Kepincut Bikin Perhiasan Mutiara, Ini Alasannya
    Kenali Tanda-tanda Karyawan Akan Resign dari Pekerjaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.