Jangan Nekat Mengkonsumsi Makanan Ini Setelah Kedaluwarsa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging sapi. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi daging sapi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Hampir semua produk makanan kini diberi keterangan waktu kedaluwarsa. Namun banyak pendapat berbeda tentang berapa lama makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa masih boleh dikonsumsi. Ada yang bilang sebulan, ada pula yang berpendapat tiga bulan masih bisa dimakan.

    Meski demikian, ada beberapa jenis makanan yang benar-benar tak boleh dikonsumsi lagi setelah tanggal kedaluwarsa. Berikut ini di antaranya, seperti dirilis Eatclean.

    Jus segar
    Sekarang banyak beredar produk jus yang diklaim tanpa pengawet dan biasanya hanya tahan 3-5 hari bila disimpan di lemari pendingin. Karena dibuat alami tanpa pasteurisasi, jus ini sangat rawan terkontaminasi bakteri sehingga tak boleh diminum setelah melewati tanggal kedaluwarsa.

    Beri segar
    Semua jenis beri segar, seperti stroberi, rasberi, atau beri biru, sangat kaya akan serat dan antioksidan. Namun buah-buahan kecil ini juga bisa mengandung parasit yang disebut siklospora, juga bisa menyebabkan diare, mual, muntah, dan gejala seperti flu. Cucilah beri dengan bersih dan jangan dikonsumsi setelah tanggal kedaluwarsa (biasanya untuk beri kemasan yang dijual di swalayan) atau setelah terlihat layu. Bila ingin lebih berhemat, masukkan beri ke dalam lemari pembeku.

    Daging iris
    Irisan daging hanya bertahan 3-5 hari, kecuali yang dikemas dalam plastik tahan udara. Lekaslah dimasak setelah dibeli, jangan sampai mengerut atau berbau karena daging iris ini mengandung listeria, bakteri yang bahkan bisa berkembang dalam temperatur dingin, seperti lemari es, dan bisa menyebabkan demam, nyeri otot, diare, juga komplikasi serius buat wanita hamil.

    Keju cair
    Keju cair juga bisa mengandung listeria atau bahkan E. coli, terutama bila dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi. Keju seperti ini harus dikonsumsi sebelum tanggal kedaluwarsa atau 5-7 hari setelah dibeli dalam keadaan segar.

    Taoge/kecambah
    Taoge mudah busuk karena tumbuh di tempat yang hangat dan lembap sehingga rentan terkontaminasi bakteri seperti E. coli dan Salmonella.

    Sayuran hijau
    Berlaku untuk sayuran kemasan atau yang dijual biasa. Sayuran yang dijual di swalayan biasanya sudah dicuci berulang kali, tapi tetap saja sayuran tersebut rawan mengandung bakteri E.coli karena berkali-kali dipegang. Selalu cuci sayuran sebelum dimasak/dimakan, dan jangan dimasak bila sudah terlihat layu atau lewat tanggal kedaluwarsa pada kemasan.

    Daging segar
    Kebanyakan daging mentah mengandung bakteri Salmonella, E. coli, dan bakteri lain yang bisa menyebabkan penyakit akibat makanan. Lekaslah konsumsi daging setelah dibeli atau dimasukkan ke dalam lemari pembeku sebelum tanggal kedaluwarsa jika tak ingin terlebih dulu "disantap" bakteri. Walaupun belum kedaluwarsa, pastikan daging dimasak dengan temperatur yang tepat atau benar-benar matang.

    PIPIT

    Artikel lain: 
    6 Kiat untuk Mendisiplinkan Anak dengan Cara Positif 
    Jangan Anggap Sepele bila Ada yang Tak Beres pada Tubuh
    Ayo Bersihkan Bagian Dalam Mobil agar Tak Jadi Sarang Kuman



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.