Minum Cukup Cairan Hindari Dampak Dehidrasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum dari botol. Shutterstock.com

    Ilustrasi minum dari botol. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Air adalah zat terpenting yang dibutuhkan tubuh, bukan untuk diabaikan. Jika tidak, akan terjadi dehidrasi ringan-berat yang cukup berisiko.

    Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia Dr Elvina, MSc, SpGK, PhD, menjelaskan, fungsi cairan adalah mengatur suhu tubuh, melancarkan aliran darah dengan menjaga volume darah dan mengatur sistem kardiovaskular, membuang racun dan sisa makanan, membantu sistem pernapasan, serta menjaga kelembapan dan tekstur kulit.

    “Jangan abaikan asupan cairan tubuh. Hal itu akan memicu dehidrasi ringan yang bisa berkembang menjadi dehidrasi sedang dan berat pada kondisi tertentu dan risiko penyakit, seperti diare berat dan muntaber pada anak," ujar Elvina.

    Jika terjadi dehidrasi ringan, tutur Ervina, biasanya cukup diatasi dengan minum air sesuai dengan kebutuhan, yaitu 2 liter sehari. Penyerapan cairan dipengaruhi oleh kecepatan pengosongan lambung, dan rata-rata penyerapan cairan melalui dinding usus halus. "Sebaiknya minum minuman suam-suam dingin dengan suhu 10-15 derajat Celcius agar lebih mudah diserap dalam lambung," katanya.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    5 Langkah Mudah Cegah Kanker Payudara
    Ini Kesalahan Saat Memilih Makanan
    10 Tips buat Si Penggila Lari



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.