Pentingnya Konsumsi Zat Besi untuk Mencegah Anemia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penderita anemia. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Ilustrasi penderita anemia. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Jakarta - Anemia kerap kali dianggap remeh oleh sebagian orang. Padahal, menurut Wakil Ketua Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Yustina Anie Indriastuti, anemia bisa berdampak pada penurunan produktivitas.

    Anemia adalah kondisi kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah daripada normalnya. "Anemia dapat menyebabkan seseorang cepat lelah dan turun konsentrasinya karena kekurangan oksigen pada jaringan tubuh, termasuk otak, sehingga mengurangi kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini berdampak pada menurunnya produktivitas," ucapnya.

    Bahkan sebuah hasil penelitian menunjukkan anemia berkontribusi pada penurunan produktivitas kerja sebanyak 20 persen atau sekitar 6,5 jam per minggu. Anemia bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan olahraga secara teratur. "Kesadaran masyarakat Indonesia akan kecukupan zat gizi dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari kurang, terutama makanan yang mengandung zat besi," ujarnya.

    Menurut Yustina, bahan makanan sebagian besar penduduk Indonesia berasal dari nabati, seperti bayam, tahu, dan sayuran hijau lain. Padahal zat besi dari nabati lebih sulit diserap tubuh.

    Karena itulah, ia menganjurkan mengonsumsi zat besi dari hewani, seperti hati, daging sapi, unggas, dan ikan. Makanan yang kaya vitamin C juga sebaiknya dikonsumsi karena membantu proses penyerapan zat besi oleh tubuh.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Penelitian Membuktikan Musik Memang Banyak Manfaatnya
    Sering Bertengkar dengan Pasangan, Mungkin Ini Penyebabnya
    10 Saran buat Pengantin yang Belum Berumur Setahun



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.