Jarang Menyisir dapat Merusak Rambut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menyisir rambut. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menyisir rambut. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyisir rambut jika tidak dilakukan dengan baik justru dapat merusak. Apalagi ketika mahkota kepala itu dalam keadaan kusut. Para ahli tata rambut berpendapat selalu ada produk untuk mengatasi "bad hair day", mulai dari sampo hingga minyak.

    Tapi, kunci memiliki rambut indah sepanjang hari terletak pada cara menyisir rambut. Penata rambut yang juga duta produk Vivisca, Neil Moodie, mengatakan bahwa salah satu kesalahan utama adalah tidak sering menyisir rambut.

    "Rambut punya jangka waktu, rata-rata tujuh tahun. Tiap hari rontok sekitar 120 helai supaya rambut baru bisa tumbuh. Kalau kau tidak menyisir, rambut-rambut ini tidak akan rontok," kata Moodie seperti yang dikutip dari laman The Independent

    Larry King, penata rambut Zayn Malik dan Pixie Lott pun setuju dengan pendapat itu. "Tapi, saya yakin tidak perlu sering-sering kalau pakai sisir yang tepat," kata dia. Dia menyarankan memakai sisir berbentuk gerigi daripada sikat karena akan mengurangi tekanan saat kusut, sehingga mencegah rambut patah.

    Rob Fitch, penata rambut utama di Josh Wood Ateliee menyarankan memakai leave-in conditioner dan menggunakan sisir lebar dan mulai dari bawah. Tipe rambut pun memegang peranan penting, bila keriting, jangan pernah menyisir saat rambut kering. "Pakai tangan untuk menyikat rambut," kata dia.

    ANTARA

    Baca juga:
    7 Kebiasaan Buruk yang Tanpa Disadari Merusak Rambut
    5 Bahan Alami yang Dipercaya dapat Kurangi Rambut Rontok
    Retinol, Produk Anti-Keriput yang Aman Digunakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.