10 Tips buat Si Penggila Lari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan sedang berlari dengan wajah berseri. shutterstock.com

    Ilustrasi perempuan sedang berlari dengan wajah berseri. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga lari beberapa tahun belakangan ini sedang menjadi tren di mana-mana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga ini bisa memperbaiki suasana hati, membantu menjaga berat badan, mengurangi risiko terserang berbagai jenis penyakit, dan masih banyak lagi.

    Kita tak perlu menjadi pelari profesional dan mengikuti berbagai kejuaraan maraton di berbagai tempat untuk merasakan manfaat berlari. Namun untuk mereka yang sudah terbiasa berlari, ada baiknya memperhatikan saran yang dirilis Huffington Post berikut agar kegemaran ini terasa makin menyenangkan.

    *Jangan terlalu memaksakan diri
    Jangan memaksakan diri untuk berlari sejauh 5 kilometer dalam waktu cukup singkat hanya karena melihat orang lain melakukannya. Lari sehari-hari bukan lomba, jadi tak perlu memaksakan diri untuk mengejar catatan waktu.

    *Cari cara yang menyenangkan
    Elemen yang menghibur bisa membantu menjaga semangat kita untuk terus berlari. Berlari sendiri untuk jarak yang cukup jauh dan rutin dilakukan bisa membuat bosan. Cobalah cari cara untuk membuatnya tetap menyenangkan, misalnya dengan mendengarkan musik dan mencari rute dengan pemandangan yang indah.

    *Pilih sepatu yang baik
    Sepatu berkualitas buruk dan tidak nyaman di kaki akan menyebabkan cedera. Jadi, pilihlah sepatu yang berkualitas baik, sesuai dengan bentuk kaki, dan rute yang akan dilalui.

    *Hindari permukaan keras
    Kalau bisa, hindari rute dengan permukaan keras, misalnya jalan aspal, karena bisa meningkatkan risiko cedera tulang kering. Permukaan tanah atau pasir lebih bersahabat.

    *Jangan menyerah
    Bila kita merasa tak ada kemajuan setelah rutin berlari selama beberapa minggu, jangan menyerah. Kemajuan tak bisa didapat secara sekejap tapi bertahap. 

    *Atur nafas
    Perhatikan cara mengambil dan membuang nafas selama berlari. Jangan sampai kita terengah-engah dan kemudian mengalami kram.

    *Selingi dengan berjalan
    Mengubah kecepatan dari lambat ke cepat dan sebaliknya memang tak ada salahnya. Akan lebih baik lagi bila latihan diselingi dengan berjalan kaki. 

    *Tentukan target
    Berapa target jarak yang kita kejar, 5 km atau 10 km? Cobalah untuk tetap menjaga target itu dan jangan mengubahnya.

    *Pilih irama yang tepat
    Bila berlari sambal mendengarkan musik, pilihlah irama yang tepat dan bisa memacu semangat, bukan sebaliknya, seperti irama yang membuat mengantuk dan mendayu-dayu.

    *Jaga kecepatan
    Tak perlu terprovokasi bila orang di sebelah berlari lebih cepat dan melewati kita. Cobalah untuk menjaga kecepatan agar tetap stabil.

    PIPIT

    Baca juga:
    Kanker Serviks Ternyata Pembunuh Wanita Nomor 1 di Indonesia
    Yuk Bantu Kerabat yang Sakit dengan 7 Cara Ini
    Ini Kesalahan Saat Memilih Makanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.