Penelitian Membuktikan Musik Memang Banyak Manfaatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mendengarkan musik di kafe. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mendengarkan musik di kafe. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Musik memiliki kemampuan untuk menenangkan dan memperbaiki suasana hati, serta memberi dampak positif pada hidup dengan cara yang sangat nyata. Musik juga bisa membuat orang lebih bahagia dan meningkatkan motivasi. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa diambil dari mendengarkan musik, seperti dilansir Huffington Post.

    *Meredakan kegelisahan
    Hasil penelitian menemukan fakta bahwa secara fisiologis, mendengarkan musik bisa meredakan stres, bahkan gejala depresi. Para peneliti di Inggris bahkan mengklaim mendengarkan musik bisa mengurangi gejala kegelisahan hingga 65 persen.

    *Memperbaiki suasana hati
    Irama musik yang gembira mampu memperbaiki suasana hati dan membuat kita bahagia.

    *Menyembuhkan hati yang luka
    Bukan hanya irama gembira yang bisa memberi dampak emosional yang positif. Sebuah penelitian pada 2014 menyebutkan bahwa mendengarkan lagu-lagu yang melankolis juga bisa memberi dampak baik pada banyak orang, karena mengingatkan mereka pada hal-hal menyedihkan di masa lalu dan membuat mereka terharu.

    *Menambah semangat saat berolahraga
    Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa musik yang tepat bisa membuat orang lebih bersemangat ketika berolahraga.

    *Memperbaiki kualitas tidur
    Sebuah penelitian pada 2008 mendapatkan fakta bahwa mendengarkan musik klasik mampu mengurangi gejala insomnia di kalangan mahasiswa. Penelitian lain juga menyatakan bahwa musik bisa mengantarkan kita kepada situasi yang sangat meditatif.

    PIPIT

    Artikel lain:
    10 Saran buat Pengantin yang Belum Berumur Setahun
    Mari Menikmati Si Mungil Wijen dengan Setumpuk Manfaatnya
    Ini Kesalahan Saat Memilih Makanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.