10 Kesalahan yang Bikin Gagal Mencari Pekerjaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mencari pekerjaan. Shutterstock.com

    Ilustrasi mencari pekerjaan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengirim curriculum vitae (CV) dan lamaran yang baik serta menjawab pertanyaan dengan tepat menjadi keharusan dalam proses melamar pekerjaan, tapi itu tidak mutlak menentukan keberhasilan. Di luar itu, banyak faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan Anda dalam mendapatkan pekerjaan idaman.

    Jika sudah memasukkan lamaran ke banyak perusahaan tapi tidak satu pun yang tembus, mungkin Anda melakukan setidaknya satu dari sepuluh kesalahan yang umum dilakukan pencari kerja berikut ini.

    1. Tak punya informasi memadai
    Carilah informasi selengkap-lengkapnya mengenai perusahaan dan posisi pekerjaan yang Anda tuju. Baik sekali bila Anda mengenal atau berkenalan dengan seseorang yang sudah bekerja di perusahaan itu. Jika tidak ada, cari informasi dari laman resmi perusahaan atau mungkin di forum diskusi di Internet.

    2. Anda lebih suka membuat akun Facebook dan Path ketimbang LinkedIn
    Padahal LinkedIn kini merupakan salah satu alat populer yang digunakan perusahaan berbagai industri untuk melihat profil profesional seseorang. Buatlah akun LinkedIn serta lengkapi profil diri dengan lengkap dan menarik.

    3. Tidak teliti membaca alamat perusahaan
    Ketika tiba-tiba mendapat panggilan wawancara, rupanya perusahaan itu letaknya sangat jauh dari rumah dan membuat Anda tidak bersemangat menghadiri wawancara. Sebelum memasukkan lamaran, ketahui pasti lokasi perusahaan yang Anda tuju.

    4. Mematok standar terlalu tinggi
    Ini amat berisiko bagi para fresh graduate. Patokan terlalu tinggi, entah dalam hal gaji atau posisi jabatan, membuat perusahaan lebih lama memutuskan, apakah akan memanggil Anda untuk mengikuti tes tahap selanjutnya atau tidak.

    5. Menolak mengisi formulir lamaran daring yang meminta data pribadi
    Setiap pelamar kerja yang melamar secara daring memang harus berhati-hati ketika memasukkan data pribadi untuk menghindari adanya penyalahgunaan oleh pihak lain. Hubungi pihak personalia perusahaan untuk memastikan data yang Anda masukkan hanya dipergunakan perusahaan yang bersangkutan dan tidak akan tersebar.

    6. Kehilangan kepercayaan diri setelah wawancara pertama berjalan buruk
    Padahal tetap ada kesempatan untuk dipanggil pada wawancara kedua. Dan pastikan Anda tampil lebih baik dan meyakinkan di wawancara kedua.

    7. Tidak rajin mengecek surat elektronik setelah melakukan wawancara kerja
    Padahal sangat mungkin perusahaan mengirim kabar lewat surel untuk memberi tahu hasil wawancara kerja. Untuk memastikan Anda tak akan kelewatan informasi, jangan ragu bertanya kapan dan bagaimana kabar soal hasil wawancara akan diumumkan.

    8. Terus-menerus datang seusia wawancara padahal hasilnya belum diumumkan
    Maksud hati ingin menunjukkan Anda berkeinginan kuat untuk bekerja di situ, tapi kelakuan seperti itu justru membuat Anda terlihat menyebalkan. Datanglah kembali hanya bila Anda diminta datang.

    9. Bersikeras meminta gaji sesuai dengan keinginan
    Beruntung, bila perusahaan masih mau bernegosiasi untuk menentukan gaji Anda. Jangan terlalu keras kepala di tahap ini karena akan membuat perusahaan mengurungkan niat menerima Anda.

    10. Berpenampilan tidak menarik, berlebihan, atau tidak sesuai dengan peraturan perusahaan
    Ingat, penampilan Anda merupakan cerminan pribadi yang paling pertama ditangkap sebelum Anda bicara dengan seseorang. Berpenampilanlah sesuai dengan aturan dan gaya perusahaan yang Anda tuju.

    TABLODIBINTANG

    Baca juga:
    3 Kesalahan Fatal dalam Resume Kerja

    Kenali Potensi Diri dan Bakat Melalui Talents Mapping

    Bekerja Tanpa Gairah, Cari Tahu Apa Penyebabnya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.