7 Kebiasaan Buruk yang Tanpa Disadari Merusak Rambut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rambut indah. Shutterstock.com

    Ilustrasi rambut indah. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rambut adalah mahkota wanita. Agar rambut selalu terlihat sehat dan berkilau dibutuhkan perawatan yang maksimal. Tapi kadang beberapa kebiasaan yang tidak sadar dilakukan justru merusak rambut.

    Agar rambut tetap sehat dan berkilau sebaiknya hindari beberapa kebiasaan kecil yang dilakukan sehari-hari berikut ini. 

    1. Terlalu banyak kontak   
    Mulai dari menata rambut dengan disasak agar rambut tampak lebih tebal, atau kebiasaan memainkan dan menarik-narik rambut. Terlalu sering menyasak dan menyentuh rambut bisa menyebabkan rambut kusut dan patah. Terlalu banyak menyentuh rambut juga membuat rambut kehilangan minyak esensial, membuat rambut kering dan mudah patah.

    Solusi: Jangan terlalu sering menyasak rambut. Jika cenderung memainkan rambut, gelung longgar atau tutup dengan scarf. Jika di rumah, tutup dengan cap.

    2. Menghindari potong rambut
    Ini dilakukan terutama saat ingin memanjangkan rambut. Sekilas tampak logis, tapi sebenarnya merusak rambut. Tidak potong rambut secara teratur bisa menyebabkan ujung rambut bercabang dan menghambat pertumbuhan rambut. Potong rambut setiap 6 – 8 minggu, tergantung siklus pertumbuhan rambut Anda. Untuk memastikan, tanya pada stylist Anda. Dengan memotong secara teratur, Anda memastikan rambut sehat dan tumbuh kuat.

    3. Produk dengan kandungan alkohol tinggi
    Dalam produk tertentu, alkohol bisa berguna, tapi lebih sering dapat membahayakan rambut. Hati-hati dengan hairspray, gel yang kandungan alkoholnya tinggi karena bisa membuat rambut kering rusak dan kusut. Selalu periksa daftar ingredien sebelum beli produk rambut. Jika alkohol menempati urutan atas, pilih yang lain. Kesadaran yang makin tinggi tentang produk yang mengandung alkohol membuat beberapa produsen produk rambut menciptakan produk styling tanpa alkohol.

    4. Terlalu sering cuci rambut
    Terlalu sering cuci rambut atau cuci rambut setiap hari dapat menghilangkan minyak alamiah rambut, membuat rambut kering. Shampoo dengan zat kimia keras juga bisa merusak rambut jika terlalu sering digunakan. Pertanyaannya: harus cuci rambut berapa kali dalam seminggu? Jawabannya tergantung tekstur rambut. Coba 1 atau 2 kali tergantung tekstur rambut. Pastikan menggunakan produk tanpa sulfate dan mengandung ingredien pelembap seperti panthenol dan ceramides.

    5. Menggosok kulit kepala secara berlebihan
    Anggapan rambut harus digosok secara baik untuk membersihkan kotoran dan minyak ternyata salah. Menggosok kulit kepala secara berlebihan justru mendatangkan efek kebalikannya. Gosokan menstimulir kulit kepala, membuat darah mengalir lebih cepat. Ini bisa sangat bermanfaat jika Anda ingin rambut cepat panjang, tapi jangan gosok terlalu sering. Penggosokan yang berlebihan dapat membuat rambut kusut, patah. Anda juga bisa merusak kulit kepala jika menggaruk dengan kuku.

    Solusi: Gosok dan pijat kulit kepala secara perlahan dengan bantalan jari dalam waktu yang sama dengan mengucapkan abjad.

    6. Tatanan rambut terlalu ketat
    Ikat rambut ekor kuda ketat atau tatanan protektif terutama berguna di gym atau di dapur, tapi hati-hati dengan jumlah ketegangan yang diberikan pada rambut, terutama pada garis rambut. Menarik rambut terlalu kencang untuk tatanan rambut apa pun, dapat menyebabkan rambut rontok dan menyakitkan kulit kepala.

    Rambut ekor kuda menarik rambut dan kulit kepala. Untuk mengatasi, ikat rendah atau kepang longgar. Anda juga bisa mengurangi tekanan pada kulit kepala dengan mengikatkan bandana atau pita longgar. Anda akan mendapatkan tatanan beda yang cantik dan sehat untuk rambut. Untuk tatanan protektif seperti kepang atau gelung, jangan tarik rambut terlalu kencang. Jika menggunakan extension, kurangi jumlah yang dipakai untuk mengurangi berat ekstra yang menarik rambut ke bawah.

    7. Selalu menggunakan shampoo yang sama
    Terus menerus menggunakan shampoo yang sama mengubah keseimbangan zat kimia rambut dan mengubah hasil pen-shampoo-an. Pada dasarnya kita ingin melihat hasil dari shampoo, tapi jika tidak menggantinya, Anda melawan keseimbangan zat kimia rambut dan akan melihat hasil yang sama. Dengan kata lain, Anda mengubah efek shampoo dengan menggunakannya terlalu lama, dan ini bisa membahayakan rambut.

    Menurut situs Hair Finder, shampoo pelembap dan conditioning bisa menimbun pada batang rambut, membuat rambut kempis dan tidak hidup sesudah digunakan berulang-ulang. Shampoo deep cleaning atau pembersih timbunan bukan hanya menghilangkan timbunan, tapi juga menghilangkan yang lain, membuat rambut kering dan lebih rentan rusak.

    Solusi : Sediakan 2 jenis shampoo, gunakan secara bergantian per minggu atau 2 mingguan.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Cantik Berkat Sikat Gigi
    5 Warna Lipstik Andalan ke Kantor
    Bermain Warna Berani dan Tegas untuk Desainer Make Over


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.