Ayo Mengaku Saja, Kamu Gelisah Saat Jauh dari Ponsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi main ponsel di kantor. Gowa5.com

    Ilustrasi main ponsel di kantor. Gowa5.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda merasa gelisah, atau bahkan panik, saat tidak membawa telepon seluler? Hasil riset terbaru yang dilakukan University of Missouri menemukan adanya dampak psikologis dan fisiologis yang cukup serius yang disebabkan karena berpisah dari ponsel.

    7 Fobia Makanan

    Hasil studi ini menunjukkan banyak orang yang terbiasa menggenggam ponsel saat mengerjakan aktivitas yang memerlukan konsentrasi, seperti mengerjakan tugas ujian atau mengikuti rapat bisnis. Jika mereka melakukan aktivitas ini tanpa memegang ponsel, kemampuan kognitif mereka akan menurun.

    Dalam riset ini, para pengguna iPhone diminta untuk ikut serta dalam eksperimen sambil menggunakan alat pengukur tekanan darah wireless yang dipasang di pergelangan tangan.

    Mereka diminta untuk duduk di depan komputer dan mengerjakan beberapa teka-teki sederhana sambil diukur tekanan darah dan detak jantungnya. Di teka-teki pertama, mereka diperbolehkan menggunakan ponsel. Mereka kemudian diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai level anxiety dan perasaan nyaman atau tidak nyaman yang mereka rasakan.

    Di teka-teki berikutnya, mereka diberi tahu bahwa sinyal ponsel mereka mengganggu sistem Bluetooth dari alat pengukur tekanan darah yang mereka gunakan, sehingga ponsel mereka harus disimpan di luar ruangan. Saat para partisipan tengah mengerjakan teka-teki, tim peneliti menghubungi nomor mereka untuk melihat bagaimana respons mereka saat ponselnya berdering.

    Percobaan ini membuktikan, saat telpon berdering tapi para partisipan riset tidak boleh menyentuh ponselnya sama sekali, detak jantung dan tekanan darah mereka naik drastis, begitu pula dengan perasaan gelisah yang mereka alami. Konsentrasi mereka pun menurun saat harus mengerjakan teka-teki selanjutnya.

    Pimpinan riset ini, Russell Clayton, keberadaan ponsel tak hanya sebagai alat telekomunikasi, tapi juga telah menyatu dengan diri para pemiliknya. “Hasil dari studi kami menyebutkan, ponsel mampu menjadi perpanjangan diri kita, dilihat dari saat kita berpisah dengan ponsel, kita mengalami kondisi fisiologis yang negatif,” ujar Russell kepada Science Daily.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Anne Avantie 'Menangkap' Energi Bali di Jangi Jager
    10 Saran Buat Pengantin yang Belum Berumur Setahun
    Mari Menikmati Si Mungil Wijen dengan Setumpuk Manfaatnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.