Setelah JFW 2017, Koleksi 3 Label Langsung Dijual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer Anandia Marina Putri bersama koleksi busananya yang bertajuk IKYK di Jakarta Fashion Week 2017. instagram.com

    Desainer Anandia Marina Putri bersama koleksi busananya yang bertajuk IKYK di Jakarta Fashion Week 2017. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Danjyo Hiyoji, I.K.Y.K, dan Sejauh Mata Memandang berbagi panggung di Jakarta Fashion Week 2017 dengan benang merah “The Urbanist”, yang menyasar masyarakat urban dan modern di Indonesia.

    Tiga merek itu dirangkul Zalora yang secara khusus akan langsung menjual koleksi pakaian ready to wear tersebut. “Mereka adalah tiga desainer terbaik, itulah mengapa kami memilih mereka,” kata CEO Zalora Indonesia Anthony Fung.

    Danjyo Hiyoji, label ready to wear dari Dana Maulana dan Liza Masitha, mengangkat kebutuhan penggemar mode yang ingin tampil berbeda dari kecenderungan sosial yang seakan membuat mereka terlihat seragam. Dana menjelaskan, Danjyo Hiyoji menampilkan variasi koleksi dengan palet warna beragam dan teknik potong asimetris, layer, dan potongan dengan kesan unfinished dalam busana siap pakai tersebut. “Ada delapan koleksi pria dan delapan koleksi perempuan,” ujar Dana.

    Adapun I.K.Y.K (I Know You Know) dari Anandia Putri menciptakan potongan modern yang terinspirasi dari kesatria Kazakstan. “Melambangkan orang-orang modern di Jakarta yang kuat dari dalam,” tutur Anandia. Koleksi I.K.Y.K yang berwarna merah, hitam, dan putih terdiri atas atasan, celana, rok, hingga outer dan rompi.

    I.K.Y.K (I Know You Know) dari Anandia Putri

    Sedangkan Chitra Subijakto membawa SMM, second line dari Sejauh Mata Memandang, yang lebih terjangkau di kantong karena ia ingin karyanya bisa dipakai lebih banyak pencinta mode. Kali ini, dia menampilkan rancangan desain yang terinspirasi dari ukiran pohon, bunga, dan buah di Borobudur dengan warna alam, seperti kuning kunyit dan hijau daun.

    Chitra bekerja sama dengan seniman di Sumba, Bali, dan Jawa yang mengerjakan semua tekstil dengan teknik tradisional. “Indonesia kan yang paling kuat manusianya, sayang kalau pakai mesin,” ucap Chitra, yang karyanya memang buatan tangan.

    Meski demikian, dia harus bekerja ekstra keras untuk produksi massal mengingat busana-busana itu segera tersedia untuk dijual. Setidaknya Chitra menyiapkan stok sebanyak dua lusin untuk tiap koleksinya.

    Chitra menyambut baik kerja sama dengan Zalora yang membuat busana-busana karyanya bisa langsung dibeli tak lama sejak peragaan busana. Biasanya, baju-baju yang ditampilkan dalam peragaan busana baru bisa dibeli beberapa bulan kemudian. “Senang, kalau nunggu beberapa bulan pas mau beli keburu lupa,” katanya.

    ANTARA


    Baca juga:
    Serba-serbi JFW 2017
    JFW 2017, Gaya Hijabers Edgy Vs Feminin
    Menlu Australia Julie Bishop Blusukan di JFW 2017


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.