Penyakit yang Sering Tertular dari Teman Sekolah atau Kantor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak menggunakan penutup hidung atau masker. shutterstock.com

    Ilustrasi anak menggunakan penutup hidung atau masker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika berangkat ke sekolah, kondisi si kecil baik-baik saja. Suhu tubuhnya normal dan dia tampak bersemangat seperti biasa. Namun, pada sore hari sepulang anak dari sekolah, terkadang kita mendapati temperatur badannya tinggi dan anak menjadi lesu. Besoknya, anak terpaksa tidak bersekolah karena sakit.

    Risiko Kerja Shift

    Kejadian seperti ini mungkin sering dialami para orang tua. Patut diduga, anak itu tiba-tiba sakit karena tertular teman di sekolah yang sedang kurang sehat. Selain sebagai tempat menuntut ilmu, sekolah bisa menjadi sarang bakteri dan virus bagi anak-anak dengan bermacam-macam jenis penyakit.

    Yang paling gampang tertular penyakit tentu saja anak-anak yang masih berusia sangat muda, karena sistem kekebalan tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Penularan penyakit semakin mudah di sekolah zaman sekarang, yang seluruh ruangannya berpendingin dengan jendela tak pernah dibuka. Akibatnya, tak ada pergantian udara dalam kelas, sehingga virus, kuman, dan bakteri lebih mudah menyebar.

    Berikut ini beberapa jenis penyakit yang sering dialami anak akibat tertular temannya di sekolah.

    1. Flu
    Seperti biasa, virus influenza paling berbahaya dan menjadi penyebab ribuan kematian setiap tahun. Gejalanya adalah demam tinggi, badan nyeri dan dingin, sakit kepala, kelelahan berat, serta kurangnya nafsu makan. Anak juga bisa terserang batuk dan sakit tenggorokan. Selain itu, dalam beberapa kasus, mereka muntah, diare, dan sakit perut.

    Untuk mencegahnya, selalu ajari anak untuk mencuci tangan dengan benar, terutama sebelum makan dan setelah dari kamar mandi, juga setelah bersin dan batuk. Bekali anak dengan cairan pembersih tangan dan ingatkan mereka untuk tidak minum atau makan dari peralatan yang sama dengan temannya.

    2. Pilek
    Pilek biasanya disebabkan oleh rhinovirus. Virus ini bisa memasuki hidung dan tenggorokan, kemudian berkembang dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Hal itu menyebabkan sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, bersin, hidung berair, dan sedikit demam.

    Pencegahannya sama seperti flu, yakni biasakan mencuci tangan. Anak juga harus tidur cukup, menyantap makanan sehat, dan biasakan berolahraga.

    3. Sakit mata
    Disebut juga conjunctivitis, yaitu peradangan atau infeksi pada membran bening yang meliputi bagian putih di bola mata dan bagian dalam kelopak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, bisa juga karena alergi, polusi, zat kimia pada kosmetik, atau klorin di kolam renang. Gejalanya adalah mata iritasi, bengkak, dan merah.

    Penyakit mata biasanya disebabkan oleh perpindahan virus akibat tangan yang kotor atau sehabis menyentuh orang yang sakit mata kemudian menyentuh mata sendiri. Karena itu, anak yang menderita conjunctivitis tidak boleh masuk sekolah sampai sembuh karena bisa menulari temannya. Selalu ingatkan anak-anak agar tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan kotor.

    VERYWELL | PIPIT

    Berita lainnya:
    Ayah-Bunda, Jangan Duakan Anak dengan Gawai
    Mengetahui Pasangan Berselingkuh, Apa yang Harus Dilakukan?
    Tip Menghilangkan Karat pada Peralatan Dapur dengan Kentang



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.