Cerita di Balik Buku Biografi Barli Asmara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wardah Book Launching

    Wardah Book Launching " Lima Warsa Barli Asmara- Diantara Gemerlap Ormentasi". Rangkaian acara Jakarta Fashion Week di Senayan City, Senin, 24 Oktober 2016. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Tepat 15 tahun berkarya, perancang busana Barli Asmara membuat gerakan dengan meluncurkan sebuah buku. Siapa sangka, buku bertajuk Lima Belas Warsa Barli Asmara, di Antara Gemerlap Ornamentasi ini terealisasi karena obrolan kecil saja.

    Diplomasi Fashion Julie Bishop

    "Saya adalah tipe orang yang selalu ingin mencapai sesuatu di periode waktu tertentu. Saat sudah delapan tahun berkarya, saya hadir di Jakarta Fashion Week. Ada yang bertanya, apa yang akan saya lakukan setelah 15 tahun berkarya?" kata Barli Asmara saat peluncuran buku terbarunya di Atrium Senayan City, Jakarta Pusat, Senin, 24 Oktober 2016.

    Melalui obrolan kecil dengan timnya, Barli memutuskan untuk membuat buku. "Ini merupakan buku fashion biografi. Dalam kurun waktu 15 tahun, setiap sejarah itu ada nilainya," ujarnya. Buku yang terbagi dalam 17 bagian ini sengaja ditulis dengan memainkan emosi dari pencapaian sosok perancang kelahiran Bandung, 3 Maret 1978 ini.

    Sebagai penulis buku ini, Syahmedi Dean menceritakan bagaimana rintangan yang dihadapi Barli untuk mewujudkan mimpinya. "Perjalanan 15 tahun berkarya di dunia fashion saya jalani dengan penuh tekad dan tentunya saya tidak seorang diri," kata Barli.



    Dia bersyukur karena selama perjalanan kariernya mendapat dukungan keluarga, terutama para wanita. "Sosok wanita di keluarga saya sangat berperan. Saya dikelilingi oleh para ibu, tidak hanya ibu kandung tapi juga tante, kakak perempuan, sepupu, dan nenek saya," katanya. "Yang jelas semua yang saya peroleh hari ini tidaklah instan."

    Melalui buku tersebut, pria yang telah bergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) sejak 2011 ini ingin menunjukkan dirinya memiliki ciri khas dalam berkarya. "Saya bisa terinspirasi dari karya lain, tapi karya saya khas dan memiliki originalitas," katanya.

    DINI TEJA

    Berita lainnya:
    Atasi Stress Lewat Cara-cara Berikut!
    Kiat Mudah Menjaga Kuku agar Tetap Segar
    Nyawa Sarinah di Koleksi Busana Iwet Ramadhan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.